Pssi

Kongres Kisruh, Mantan Pemain Timnas Sedih

Kompas.com - 24/05/2011, 09:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pemain tim nasional, Hendro Kartiko, mengaku sedih dengan gagalnya Kongres PSSI pada 20 Mei lalu. Ia juga khawatir FIFA akan memberikan sanksi berat kepada Indonesia setelah kongres yang seharusnya menentukan pengurus PSSI periode 2011-2015 tersebut berakhir buntu.

"Kalau menurut saya, ini menyedihkan karena ini banyak merugikan pemain. Bagi saya saja yang sudah tak lagi bermain di timnas, ini menyedihkan, apalagi untuk pemain yang masih aktif di timnas," kata Hendro kepada wartawan.

"Belum lagi di bulan-bulan depan ini banyak event internasional yang melibatkan pemain muda di U-13, U-16, U-23. Terus ada event seperti Manchester United Premier Cup. Ya, kalau nanti kita kena sanksi, bagaimana? Kasihan kan. Mereka udah berlatih keras dan punya semangat tinggi, tapi nggak bisa bermain, kan bisa menurunkan motivasi dan semangat mereka," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Harapan aku, jangan sampailah kita terkena sanksi FIFA karena banyak yang dirugikan. Orang-orang itu harusnya lebih memikirkan generasi muda kita ketimbang hal lain."

Hendro sendiri tak bisa menyalahkan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar yang menghentikan kongres tanpa menghasilkan keputusan apa-apa. Ia menilai, itu sudah menjadi kapasitas Agum untuk menentukan apakah kongres harus dihentikan atau tidak.

"Setiap pemimpin punya ukuran buat menilai kongres bisa dihentikan apa tidak. Pak Agum kan tahu kondisi di dalam, kalau kita cuma bisa melihat dari televisi. Mungkin situasi saat itu memang rumit sehingga membuat Agum berpikir untuk menutup kongres. Menurut aku, itu sudah merupakan kapasitas dia untuk melakukan itu," ujar Hendro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau