Bom jalanan

Pekerja yang Tewas 10 Orang

Kompas.com - 24/05/2011, 18:46 WIB

KOMPAS.com — Bom jalanan menjadi ancaman mematikan bagi para pekerja pembuat jalan di Afganistan. Catatan pemerintah setempat menunjukkan, ada sepuluh pekerja tewas dan 28 lainnya luka-luka setelah truk yang mereka tumpangi menabrak sebuah bom pinggir jalan. Menurut warta AP dan AFP pada Selasa (24/5/2011), insiden mematikan itu terjadi di Provinsi Kandahar, kawasan Afganistan selatan.

Sayangnya, tidak ada kelompok yang mengaku melancarkan serangan ini. Pekan lalu, sejumlah orang bersenjata menembak mati 35 pekerja jalan di Provinsi Paktia. Para pekerja jalan sering menjadi sasaran serangan kaum militan Taliban.

Taliban belum lama mendeklarasikan serangan musim semi. Ini merupakan serangan keempat dalam beberapa minggu.

Para pekerja jalan itu sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja mereka sewaktu ledakan terjadi di distrik pedesaan Panjwayi di Provinsi Kandahar.

Kandahar dianggap sebagai negeri spiritual Taliban. Sebelumnya, bulan ini, kota itu berada dalam kepungan ketika para kelompok perlawanan mencoba menguasai beberapa gedung pemerintah.

Ada juga serangan terhadap pasukan keamanan, baik pasukan asing maupun tentara Afganistan, yang beroperasi di provinsi itu. Selama pekan lalu terjadi peningkatan besar jumlah serangan di seluruh Afganistan.

Pada Sabtu (21/5/2011), ledakan bunuh diri di satu rumah sakit di Kabul menewaskan enam orang. Lalu, pada Minggu (22/5/2011) sejumlah orang bersenjata menyerbu gedung pemerintah di kota Khost, juga menewaskan enam orang. Pada Senin (23/5/2011), ledakan bunuh diri menewaskan enam orang di pasar yang sedang ramai di Provinsi Laghman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau