MALANG, KOMPAS.com — Sudah 20 hari lamanya, yakni sejak 5 Mei lalu, tim juara bertahan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Arema Indonesia, ditawarkan ke publik. Namun, hingga kini belum juga ada investor yang meliriknya. Amburadulnya struktur kepengurusan klub ditengarai menjadi penyebabnya.
Sementara itu, kondisi di manajemen sendiri sudah sangat memprihatinkan. Senin (23/5/2011), pemain, pelatih, dan ofisial tim "menyerbu" rumah Ketua Yayasan Arema Muhammad Nur. Mereka menuntut agar gaji selama 2,5 bulan segera dibayar. Tak hanya itu, para karyawan Arema juga mengalami nasib yang sama. Mereka sudah tak menikmati gajinya selama 3 bulan.
"Sebenarnya, sudah banyak investor yang tertarik untuk mengelola Arema," aku Bendahara Yayasan Arema, Rendra Krisna, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/5/2011).
Namun, menurutnya, yang membuat investor enggan masuk ke Arema adalah kondisi struktur kepengurusan Arema yang masih amburadul alias tak jelas. "Struktur menjadi kendala. Makanya, kalau cepat ingin laku, struktur kepengurusan harus segera diisi," katanya.
Struktur kepengurusan Arema yang harus segera diisi menurutnya adalah posisi dewan pembina, pengurus yayasan, dan jabatan komisaris. "Saat ini hanya tinggal Pak Nur, Bambang Winarno, dan saya selaku pengawas yayasan. Kalau sudah beres, investor siap masuk," ungkapnya.
Hingga kini, calon investor masih menunggu rampungnya struktur kepengurusan Arema. "Saya menyarankan, investor yang harus menjadi prioritas adalah Bakrie Group. Mereka sudah banyak membantu Arema, sudah lebih dari Rp 7 miliar membantu Arema," ungkapnya.
Bakrie Group akan masuk ke Arema lewat usaha perumahan eksklusif Ijen Nirwana Residence yang ada di Kota Malang. "Saya sudah mengajak Ketua Yayasan Arema untuk segera menyelesaikan masalah yang ada di Arema. Pak Nur saat ini tak bisa datang ke Malang. Katanya, dia masih sibuk di Jakarta karena ada pembicaraan dengan investor," aku Bupati Malang tersebut.
Rendra berharap, krisis Arema akan segera selesai. "Siapa pun yang beli Arema pasti untung. Apalagi, Arema juara bertahan ISL, punya pendukung yang banyak (Aremania)," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang