Barca Berangkat Lebih Awal

Kompas.com - 25/05/2011, 03:38 WIB

BARCELONA, SELASA - Barcelona berangkat ke London lebih awal, yakni Selasa (24/5), menjelang final Liga Champions melawan Manchester United, Sabtu mendatang. Keputusan itu diambil sebagai antisipasi kemungkinan adanya gangguan penerbangan akibat debu vulkanis di Eslandia.

Menurut situs klub Barcelona (www.fcbarcelona.cat), tim utama mereka dijadwalkan terbang dari Barcelona ke London, Selasa pukul 22.00 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Informasi perjalanan bagi suporter, kata juru bicara klub Toni Freixa, dijelaskan menyusul.

Letusan gunung berapi Grimsvotn di Eslandia membuat kawasan Inggris utara dipenuhi awan tebal dan debu, mengakibatkan sekitar 250 penerbangan dibatalkan. Senin lalu badan pengawas lalu lintas udara Eropa menyebutkan, awan letusan vulkanis itu kemungkinan mencapai kawasan udara Perancis barat dan Spanyol utara, Kamis besok.

Pemain Barcelona musim lalu menempuh perjalanan darat dengan bus dari Barcelona ke Milan untuk menghadapi Inter pada laga pertama semifinal Liga Champions. Pada laga itu, Barca kalah 1-3 dan akhirnya tersingkir di semifinal.

Final Barcelona versus Manchester United (MU) akan berlangsung pada Sabtu (28/5) di Stadion Wembley, London.

Persiapan tim asuhan Pelatih Pep Guardiola, khusus untuk laga final Liga Champions, dimulai Senin sore. Semua pemain ikut latihan, termasuk kapten Carles Puyol dan bek Gabriel Milito.

Menyerang sejak awal

Meski masih beberapa hari lagi, Guardiola sudah berbicara soal taktik permainan timnya. ”Kami akan menyerang sejak awal. Kami akan menyerang, ya,” kata pemain yang ikut mengantarkan Barcelona juara Eropa 1992 pada final yang digelar di Wembley.

Pemain bintang Lionel Messi, yang diistirahatkan pada dua laga terakhir Barcelona di Liga Spanyol, juga berlatih bersama tim. Pemain Terbaik Dunia itu bakal tampil segar bugar di Wembley.

”Ini final, laga spesial untuk diikuti. Banyak kenangan indah di Roma, tetapi itu sudah berlalu. Laga ini bakal sama sekali berbeda,” kata Messi. Pada final di Roma tahun 2009, Barcelona menang 2-0. Satu gol di antaranya dicetak Messi dengan sundulan.

Meski saat itu Barcelona unggul mutlak atas MU, kali ini Messi tidak mau meremehkan lawan. ”Mereka (MU) punya pertahanan sangat kuat dan diperkuat pemain berpengalaman yang sudah lama bermain bersama,” kata Messi, ”Mereka lawan hebat dan punya pemain-pemain hebat. Final kali ini bakal sangat ketat. Laga bisa ditentukan detail-detail kecil dan kami harus siap betul dan fokus sejak menit awal.”

Keputusan Barcelona berangkat lebih awal ke London agaknya merupakan bagian persiapan dalam hal-hal detail sebelum melawan MU.

Giggs absen latihan

Sementara itu, dari tempat latihan MU, pemain veteran Ryan Giggs absen dalam latihan terbuka, Selasa (24/5). Sehari sebelumnya, Giggs—pemain berusia 37 tahun dan menikah serta punya dua anak—disebut dalam sidang parlemen Inggris terkait tersebarnya tuduhan memiliki hubungan khusus dengan peserta reality show televisi, Imogen Thomas, di internet dan televisi.

Pada latihan terbuka yang disaksikan sekitar 200 wartawan tersebut, pemain yang juga absen adalah bek Rafael, gelandang Paul Scholes, kiper Edwin van der Sar, dan striker Dimitar Berbatov. Dalam jumpa pers seusai latihan, Pelatih MU Sir Alex Ferguson tidak terlalu menanggapi pertanyaan soal Ryan Giggs ”Semua pemain penting,” katanya.(AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau