Rapbn 2012

Dana Infrastruktur Mesti Dipatok

Kompas.com - 25/05/2011, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketersediaan dana untuk infrastruktur sama pentingnya bagi kebutuhan pendidikan sehingga mulai tahun 2012, pemerintah sebaiknya mematok persentase minimal bagi dana infrastruktur dalam APBN. Itu menunjukkan ketersediaan dana infrastruktur akan terus terjamin.

"Kalau dana pendidikan ditetapkan wajib 20 persen setiap tahun atas dasar perintah langsung dari konstitusi, infrastruktur pun dapat diperlakukan sama. Hanya saja diberlakukan dalam waktu terbatas," ujar juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Sadar Subagyo, di Jakarta, Rabu (25/5/2011).

Pernyataan ini diungkapkan dalam Sidang Paripurna DPR yang mengagendakan Pembacaan Pandangan Fraksi Terkait Pembahasan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal dalam RAPBN 2012.

Menurut Sadar, kebutuhan pada infrastruktur merupakan sebuah keharusan, tetapi tidak mendapatkan dukungan maksimal dari APBN. Akibat infrastruktur yang terbatas, pertumbuhan ekonomi tidak berdampak optimal terhadap pengentasan rakyat dari kemiskinan dan pengurangan jumlah penganggur.

"Pertumbuhan ekonomi tidak berdampak pada pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan hanya turun dari 14,5 persen ke 13 persen. Ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi hanya ditopang sektor nontradable, seperti telekomunikasi dan transportasi," katanya.

Adapun sektor-sektor yang menjadi konsentrasi penduduk miskin seperti pertanian hanya tumbuh 2,9 persen pada tahun 2010. Ini mengkhawatirkan karena sekitar 41,8 persen tenaga kerja berada di sektor pertanian. "Bandingkan dengan sektor transportasi yang tumbuh 13,5 persen, tetapi menyerap tenaga kerja yang lebih sedikit," ujar Sadar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau