Piala sudirman

Lin Dan: Tekanan Terus Menghantam China

Kompas.com - 25/05/2011, 18:13 WIB

QINGDAO, KOMPAS.com — Superstar bulu tangkis China, Lin Dan, menyadari bahwa tekanan akan terus menghantam mereka. Pemain kidal ini mengatakan hal tersebut setelah bertarung ketat dengan pemain Jepang, Sho Sasaki, pada pertandingan penyisihan Grup A Piala Sudirman, Selasa (24/5/2011).

Dalam pertandingan itu Lin Dan menang dengan skor ketat, 22-20, 21-19, sekaligus memastikan China meraih kemenangan 3-0. Secara keseluruhan, China unggul 5-0 dalam pertandingan untuk menentukan juara grup tersebut.

Melihat hasil pertandingan itu, Lin Dan, yang masih merupakan salah satu pemain terbaik di dunia, mengatakan bahwa saat ini persaingan di arena bulu tangkis semakin ketat. Menurut peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut, para pemain China harus terus meningkatkan permainannya.

"Sekarang, semua pemain terus meningkatkan permainannya jika lawannya dari China," ujar pemain berusia 27 tahun tersebut.

"Sho mungkin tidak memenangi banyak kompetisi, tetapi dia akan selalu bermain habis-habisan ketika melawan pemain China, seperti dibuktikan dengan dua kemenangan terakhir atas juara dunia Chen Jin."

"Hal ini semakin sulit bagi kami untuk tetap bertahan di atas."

Lin Dan, yang memiliki bakat luar biasa dan tetap jadi pemain andalan utama China, sempat menghadapi kesulitan ketika melawan Sasaki. Namun, mental juara yang dimilikinya membuat Lin Dan bisa keluar dari tekanan dan berhasil meraih kemenangan.

"Saya sudah bermain melawan Sho sejak kami masih yunior di Kejuaraan Asia. Dia sudah mengalami peningkatan pesat sejak saat itu, dan hal tersebut terjadi pada semua pemain lain," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau