Evaluasi

Jabatan Publik Demokrat Tercoreng

Kompas.com - 25/05/2011, 22:13 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — DPD Partai Demokrat Jawa Timur menginstruksikan kepada DPC Banyuwangi untuk mengevaluasi jabatan publik yang dijabat Surya Dalianta Brahmana atau biasa dipanggil Bram, politisi yang kini diamankan Polrestabes Surabaya, karena terbukti mengonsumsi dan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Wakil Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi DPD Partai Demokrat Jawa Timur Fatkul hadi mengatakan, dari hasil evaluasi jabatan itu, bisa jadi tersangka memperoleh sanksi terberat, dalam hal ini pemecatan dari keanggotaan partai.

"Sanksi kepada yang bersangkutan akan dibahas dalam forum pimpinan," katanya dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu (25/5/2011) sore. Meski begitu, menurut Fatkul, pihak DPD tetap akan memberikan advokasi bagi Bram dalam menjalani proses hukum karena sebagai kader, dia berhak mendapatkan fasilitas itu.

Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Adil Ahmadiono sangat menyayangkan kasus yang menimpa rekannya itu karena saat ini Bram tengah menjalani proses pembinaan karena kasus perselingkuhan yang dilakukannya awal Maret lalu dengan seorang janda.

"Saat pemantauan dan pembinaan tengah berlangsung, dia malah kena kasus baru," ujarnya. Bram dibekuk polisi di kawasan Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Selasa (24/5/2011), karena terbukti mendanai pembelian narkoba jenis sabu seberat 21 gram.

Polisi juga menangkap kurir dan sopir pribadinya yang berperan sebagai perantara. Selain mengonsumsi, barang haram yang dibeli Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD Banyuwangi dari Madiun itu juga diedarkan ke tempat lain. Sementara polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui kemungkinan tersangka lain yang terlibat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau