Dari total produksi tersebut, ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, seusai menemani Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Masahiro Nonami bertemu Menteri Perindustrian Mohammad S Hidayat, Rabu (25/5), di Jakarta, antara 20 persen dan 30 persen (45.000 unit) diekspor ke beberapa negara.
Dengan penambahan kapasitas itu akan memperkuat posisi Indonesia yang merupakan industri patungan TMC dan PT Astra International Tbk ini sebagai salah satu basis produksi global Toyota di Asia.
Peluang itu terbuka lebar karena sejak 1998 Toyota telah memasukkan Indonesia sebagai pelaksana proyek innovative international multipurpose vehicle.
”Proyek ini bertujuan mengoptimalkan jaringan produksi dan pasokan komponen Toyota dalam skala global. Proyek ini terdiri dari 3 model di tipe truk, 1 model di tipe MPV (multi purpose vehicle), dan 1 model di tipe SUV (sport utility vehicle),” kata Johnny.
Hidayat menjelaskan, dari investasi ini, penciptaan lapangan kerja jadi makin besar. Paling tidak, pihak TMMIN memperkirakan tambahan tenaga kerja di industri perakitan , industri komponen, dan sektor-sektor lainnya, seperti sektor distribusi komponen dan transportasi.
Melalui investasi ini, kapasitas produksi pun diperkirakan akan mencapai 140.000 unit per tahun, tanpa ada penambahan jam kerja (overtime). Adapun apabila dengan overtime, kapasitas produksi bisa mencapai 180.000 unit per tahun.
”Saya mendorong agar pihak Toyota terus meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari 75 persen menjadi 90 persen. Dari pembicaraan, produk detail yang berwawasan ramah lingkungan seperti dianjurkan pemerintah akan diumumkan kemudian,” kata Hidayat.
Menurut Nonami, ekspansi pabrik yang menelan investasi sebesar Rp 1,7 triliun (16,55 miliar yen) di Karawang, Jawa Barat, diharapkan rampung pada akhir 2012. Penambahan investasi ini merupakan komitmen Jepang untuk mengembangkan industri di Indonesia.
Dengan adanya ekspansi pabrik ini akan mampu menyerap tenaga baru sebanyak 400-500 orang.
Jumlah itu belum termasuk tenaga kerja di industri ikutannya yang bisa mencapai 1.500-2.000 orang. Saat ini, pabrik di Karawang berfokus pada produksi Kijang Innova dan Toyota Fortuner yang tahun lalu mencapai 107.000 unit.
”Dengan adanya penambahan kapasitas produksi, selain meningkatkan pasokan mobil Toyota ke pasar dalam negeri, juga memperkuat posisi TMMIN masuk di pasar ekspor,” tutur Johnny Darmawan.