Toyota Suntik Rp 1,7 Triliun

Kompas.com - 26/05/2011, 03:40 WIB

Jakarta, Kompas - Toyota Motor Corporation atau TMC berkomitmen memosisikan Indonesia sebagai salah satu basis global industri otomotif mereka. Untuk itu, PT Toyota Motor Corporation menyuntikkan investasi sebesar Rp 1,7 triliun untuk ekspansi pabrik di Karawang sehingga kapasitas meningkat dari 100.000 unit jadi 150.000 unit per tahun.

Dari total produksi tersebut, ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, seusai menemani Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Masahiro Nonami bertemu Menteri Perindustrian Mohammad S Hidayat, Rabu (25/5), di Jakarta, antara 20 persen dan 30 persen (45.000 unit) diekspor ke beberapa negara.

Dengan penambahan kapasitas itu akan memperkuat posisi Indonesia yang merupakan industri patungan TMC dan PT Astra International Tbk ini sebagai salah satu basis produksi global Toyota di Asia.

Peluang itu terbuka lebar karena sejak 1998 Toyota telah memasukkan Indonesia sebagai pelaksana proyek innovative international multipurpose vehicle.

”Proyek ini bertujuan mengoptimalkan jaringan produksi dan pasokan komponen Toyota dalam skala global. Proyek ini terdiri dari 3 model di tipe truk, 1 model di tipe MPV (multi purpose vehicle), dan 1 model di tipe SUV (sport utility vehicle),” kata Johnny.

Hidayat menjelaskan, dari investasi ini, penciptaan lapangan kerja jadi makin besar. Paling tidak, pihak TMMIN memperkirakan tambahan tenaga kerja di industri perakitan , industri komponen, dan sektor-sektor lainnya, seperti sektor distribusi komponen dan transportasi.

Melalui investasi ini, kapasitas produksi pun diperkirakan akan mencapai 140.000 unit per tahun, tanpa ada penambahan jam kerja (overtime). Adapun apabila dengan overtime, kapasitas produksi bisa mencapai 180.000 unit per tahun.

”Saya mendorong agar pihak Toyota terus meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari 75 persen menjadi 90 persen. Dari pembicaraan, produk detail yang berwawasan ramah lingkungan seperti dianjurkan pemerintah akan diumumkan kemudian,” kata Hidayat.

Menurut Nonami, ekspansi pabrik yang menelan investasi sebesar Rp 1,7 triliun (16,55 miliar yen) di Karawang, Jawa Barat, diharapkan rampung pada akhir 2012. Penambahan investasi ini merupakan komitmen Jepang untuk mengembangkan industri di Indonesia.

Dengan adanya ekspansi pabrik ini akan mampu menyerap tenaga baru sebanyak 400-500 orang.

Jumlah itu belum termasuk tenaga kerja di industri ikutannya yang bisa mencapai 1.500-2.000 orang. Saat ini, pabrik di Karawang berfokus pada produksi Kijang Innova dan Toyota Fortuner yang tahun lalu mencapai 107.000 unit.

”Dengan adanya penambahan kapasitas produksi, selain meningkatkan pasokan mobil Toyota ke pasar dalam negeri, juga memperkuat posisi TMMIN masuk di pasar ekspor,” tutur Johnny Darmawan. (ast/OSA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau