Ancaman flu burung

4.000 Ekor Ayam di Kalteng Mati Mendadak

Kompas.com - 26/05/2011, 14:19 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Dalam sebulan terakhir, hampir 4.000 ayam di Kalimantan Tengah mati mendadak. Kemungkinan flu burung sebagai penyebab kematian ternak itu masih dalam tahap penelitian.

Ayam-ayam yang mati ditemukan di Kabupaten Gunung Mas, Barito Timur, Murung Raya, dan Barito Utara. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Tute Lelo di Palangkaraya, Kamis (26/5/2011), mengatakan, indikasi terjadinya flu burung sudah ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Kalteng dan pemerintah kabupaten terkait dengan menerjunkan tim ke lapangan.

Sejumlah tenaga ahli yang dilatih Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) juga siap diturunkan. "Mudah-mudahan tidak berjangkit ke manusia. Kami berupaya melakukan antisipasi dengan mengadakan penyuluhan beberapa kali dan menyebar disinfektan," kata Tute.

Karena itu, masyarakat diminta tidak resah. Mereka juga diharapkan melaporkan kepada dinas kesehatan setempat jika menemukan kasus ayam mati. Lokasi ayam mati akan diisolasi untuk mencegah kemungkinan ternak di sekitarnya terjangkit. Bila ayam mati ditemukan, jarak yang aman untuk menghindari unggas lain terjangkit paling tidak dua kilometer.

Tute mengakui, jumlah titik pengecekan yang minim di Kalteng menjadi kelemahan untuk menghindari flu burung. Tak semua kabupaten punya fasilitas tersebut.

Saat ini titik pengecekan hanya terdapat di Kota Palangkaraya dan Barito Timur. Seharusnya di setiap perbatasan daerah dibangun fasilitas tersebut. Karena itu, Tute meminta pemkab-pemkab di Kalteng membangun titik pengecekan. Tidak adanya titik pengecekan membuat hewan yang diduga terkena flu burung mudah lolos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau