Safee Pertimbangkan Bertahan bila Indonesia Dibekukan

Kompas.com - 26/05/2011, 16:42 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Penyerang Pelita Jaya, Mohd Safee Bin Mohd Sali, mengaku betah berkarier di Indonesia. Meskipun demikian, Safee akan mempertimbangkan kelanjutan kariernya bersama Pelita bila Indonesia dibekukan oleh FIFA.

Indonesia memang tengah dibayangi sanksi FIFA setelah kongres pada 20 Mei gagal menghasilkan ketua umum baru PSSI. Nasib Indonesia apakah dijatuhi sanksi atau tidak akan dibahas dalam rapat komite eksekutif FIFA pada 30 Mei nanti.

"Kontrakku bersama Pelita sampai Februari 2012. Itu yang lagi aku pikirkan bagimana kalau Indonesia diberi sanksi oleh FIFA dan rencanaku selanjutnya. Aku lagi berbincang dengan manajerku. Aku mempertimbangkan bila Indonesia kena sanksi. Kita lihat saja nanti. Aku masih baru dan masih ingin bertahan di sini bila tidak ada masalah," jelas Safee kepada Kompas.com, Kamis (26/5/2011).

Penyerang asal Malaysia itu mengaku kecewa dengan deadlock-nya kongres. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi jika pemilik suara mau mematuhi aturan FIFA.

"Di Malaysia tidak pernah terjadi hal seperti itu. Mereka (pemilik suara) harus menghormati keputusan FIFA. Kita harus ikut dan menghormati aturan FIFA. Aku rasa kelompok 78 harus mematuhi kongres itu dan tidak perlu melakukan yang seperti yang kita lihat di televisi," tukas pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2010 itu.

Lalu apa harapan Safee? "FIFA tidak memberi sanksi bagi kita. Sayang dengan talenta-talenta yang dimiliki Indonesia. Aku yakin masa depan sepak bola Indonesia akan lebih maju bila kita bersatu. Politik tidak boleh mencampuri sepak bola. Kalau sudah ada politik, suasana menjadi tak bagus," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau