Beras organik

Ekspor Terancam Batal

Kompas.com - 28/05/2011, 03:52 WIB

Tasikmalaya, Kompas - Ekspor beras organik asal Kabupaten Tasikmalaya ke Jerman, Belanda, dan Malaysia, pada Juni 2011, terancam gagal. Penyebabnya, keterbatasan biaya untuk melakukan ekspor.

”Rencananya, kami akan mengirimkan masing-masing 18 ton beras organik ke tiap negara. Namun, rencana ini untuk kesekian kalinya terancam batal karena keterbatasan biaya,” ujar Ketua Gabungan Kelompok Petani Simpatik, Uu Syamsul Bahri, di Tasikmalaya, Jumat (27/5).

Selaku eksportir, Gapoktan Simpatik masih terkendala modal ekspor. Total dana yang dibutuhkan untuk ekspor ke tiga negara sekitar Rp 450 juta. Namun, kini tersedia Rp 150 juta.

Harga beras organik ekspor Rp 7.000-Rp 8.000 per kilogram. Jika masuk pasar lokal berkisar Rp 3.500-3.600 per kg. ”Kami minta pemerintah mengucurkan dana pinjaman berbunga rendah agar ekspor terlaksana,” kata Sodikin (42), petani organik Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Dari 49.500 hektar lahan sawah di Tasikmalaya, baru 320 hektar lahan sawah organik yang mendapat sertifikat organik internasional dan perdagangan berkeadilan dari The Institute for Marketologi (IMO). Panen padi organik 10 ton per hektar.

Kadis Pertanian Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tasikmalaya, Atik Sobari, berjanji terus berupaya meningkatkan lahan padi organik. Ditargetkan 9.000 hektar lahan baru untuk diolah menggunakan metode organik pada 2011 dan 2012.

Pengajar Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Sri Yulianto, mengatakan, teknologi yang kian berkembang melalui agrometeorologi memungkinkan petani menanam komoditas yang sesuai iklim setempat. Selain cuaca terus berubah, pemetaan yang lebih rinci memungkinkan petani menanam komoditas yang cocok di suatu wilayah. (CHE/UTI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau