Hubungan internasional

Dialog Darfur Terjegal Kepentingan

Kompas.com - 28/05/2011, 09:17 WIB
DOHA, KOMPAS.com — Penengah dari Qatar, Jumat (27/5/2011), mengatakan, perpecahan di kalangan pihak terkait di Darfur, Sudan, telah menghalangi penyelesaian damai konflik di wilayah itu. Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar Ahmed bin Abdullah Al Mahmoud mengatakan pada pertemuan mengenai Darfur di Doha bahwa ada kerumitan yang menjadi tantangan bagi para penengah yang telah bekerja sama dengan mitra regional dan internasional guna memajukan proses perdamaian Darfur.
   
Ia mengatakan, Konferensi Semua Pemegang Saham Darfur, yang dibuka Jumat, para penengah sedang mempertimbangkan dokumen perdamaian menyeluruh yang akan berfungsi sebagai kerangka kerja bagi penyelesaian masalah Darfur. Diplomat senior Qatar tersebut mengatakan bahwa dokumen itu akan mencakup masalah inti yang menangani akar konflik tersebut.
   
Para utusan dari Pemerintah Sudan, kelompok pemberontak dan masyarakat sipil hari Jumat memulai konferensi empat hari guna menemukan cara keluar dari proses perdamaian Darfur yang macet. Penengah bersama, PBB dan Uni Afrika bagi Darfur, Djibril Bassole, kembali menyampaikan perlunya untuk memperlihatkan kepercayaan di kalangan semua pihak dan menyediakan kondisi yang memungkinkan ditandatanganinya Kesepakatan Perdamaian Menyeluruh.
   
Pembicaraan perdamaian Darfur, yang diperantarai Qatar, telah membuat kemajuan besar pada semester pertama tahun lalu. Khartoum menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Gerakan Pembebasan dan Keadilan serta Gerakan Keadilan dan Persamaan. Namun, semua upaya menuju kesepakatan perdamaian akhir telah tergelincir sejak saat itu setelah pemerintah dan kelompok pemberontak gagal menyepakati masalah penting.
   
Para penengah belakangan meminta masyarakat sipil di Darfur agar bergabung dalam pembicaraan perdamaian, dengan harapan mereka dapat membuat terobosan dalam kebuntuan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau