Perjalanan dari Makau ke Hongkong

Kompas.com - 29/05/2011, 07:29 WIB

KOMPAS.com - Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, berarti saya dan Sophia mesti pergi ke Macau Ferry Terminal. Banyak kok bus yang menuju ke terminal ini, tinggal pergi ke halte dan semua halte di Makau memiliki keterangan tujuan bus lengkap dengan nomor busnya. Atau kalau Anda menginap di Hotel bintang, biasanya bisa mendapatkan tumpangan bus gratis menuju ke terminal feri ini.

Tiba di terminal feri, masuk ke departure hall, langsung deh beli tiket di loket. Harganya 142 HKD atau 142 MOP (1 HKD = 1 MOP). Dollar Hongkong bisa digunakan juga di Makau. Jadi kalau lagi malas tukar uang banyak negara, lebih baik tukar Hongkong saja, karena orang Makau biasanya mau menerima uang HKD, tapi orang Hongkong sedikit yang mau menerima MOP.

Oya, Hongkong ini adalah kota berpulau-pulau, jadi jangan salah beli tiket ya. Jadi kalau Anda menginap di daerah Nathan Road, Mongkok daan lain-lain yang berada di Kowloon, pilih kapal FirstFerry (kapal tujuan Kowloon/Tsim Tsa Tsui). Lebih lengkap baca di www.nwff.com.hk. Tapi jika hotel Anda di daerah Central, Northpoint dan lain-lain di Hongkong Island, pilih tujuan Central dengan pakai kapal bernama TurboJet.

Seperti biasa, sebelum sampai di ruang tunggu yang memiliki free wifi, kita harus melewati imigrasi. Tapi imigrasinya cepet kok, nggak ribet. Cuma butuh nunjukkin tiket dan paspor aja, selesai. Nggak pakai lama, kapal tiba dan langsung deh kami duduk di kursi yang sudah dinomori. Nyaman dan cukup lega kursinya. Perjalanan dengan feri ini sekitar 1 jam.

Fisherman’s Wharf

Oya, flashback sebentar nih… jadi dalam perjalanan ke Macau Ferry Terminal, kami melihat sebuah bangunan yang unik nyentrik. Meski jam sudah mepet, kami memutuskan untuk turun sejenak dan melihat ada apa disana. Ternyata itu adalah kawasan Macau Fisherman’s Wharf.

Letaknya persis disebelah terminal feri. Denger-dengernya sih, Macau Fisherman’s Wharf adalah taman hiburan pertama di Makau dengan luas 120.000 meter persegi. Disini ada hotel, pusat perbelanjaan, taman hiburan, tempat makan dan tak ketinggalan kasinoooo!!!

Tapi sayang disayang, ketika saya kesana, tempat ini sedang dalam perbaikan, jadi saya tidak bisa mampir kemana-mana. Hiks, yang kecewa bukan cuma saya dengan Sophia, tapi juga ratusan wisatawan asing lainnya. But, it’s ok … soalnya kami juga mesti segera ke feri, karena kami ada janjian di Hongkong.

Sampai deh di Hongkong

Dengan First Ferry tujuan Kowloon, saya tiba di China Hongkong Ferry Terminal. Begitu melewati Imigrasi, astaga ternyata terminal feri di Kowloon ini berada di mal yang cukup besar. Begitu besarnya mal, kami sampai bingung, mau ke MTR lewat mana, he-he-he… nanya satpam (gak tahu yach di sana bahasa mandarinnya satpam apa) disuruh lurus saja terus turun 3 lantai … oke!!! makasih Pak Pam.

Oya MTR itu kereta bawah tanah. Kalau di Singapura namanya MRT, di Shen Zhen namanya Metro, di Guang Zhou namanya Subway, di Hongkong namanya MTR. Kalau di Hongkong lebih dari 2 atau 3 hari dan tujuan anda adalah jalan jalan, saya sarankan anda untuk langsung berlangganan kartu MTR yang disini namanya Octopus.

Dengan Octopus Anda bisa menghemat banyak dan tidak perlu ribet cari koin untuk beli tiket setiap kali naik bus atau MTR, bahkan kartu Octopus ini bisa digunakan juga untuk masuk ke sejumlah tempat wisata di Hongkong dan pemilik Octopus biasanya selalu dapat diskon. All in One pokoknya (tapi sayang hiks waktu saya ke the peak yang seharusnya kalau pakai Octopus jauh lebih murah, e-e-e... Octopus saya isinya sudah tinggal dikit, gak cukup, jadi terpaksa beli tiket dengan harga normal).

Beli aja kartu ini di konter yang tersedia di tiap stasiun MTR. Dengan deposit 50 HKD, uang tersebut akan dikembalikan dengan potongan hanya 7 HKD. Tapi sungguh, saya dan Sophia yang berlangganan Octopus pengeluaran untuk transpor jadi jauh berbeda dengan Anvin dan Tina yang tidak berlangganan… pokoknya untung deh kalau langganan.

Naaah, cerita Makau sudah selesai, tapi aku masih ingin ke Makau. Semoga kapan-kapan bisa ke Makau lagi dan menambahkan artikel kembali di Wisataseru. (Catur Guna Yuyun Angkadjaja)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau