Bom afghanistan

2 Tewas, 1 Jenderal Jerman Luka Ringan

Kompas.com - 29/05/2011, 09:45 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maizire Sabtu (28/5/2011) mengatakan, dua tentara Jerman telah tewas dalam pemboman bunuh diri Taliban di Afghanistan.

Konfirmasi ini sekaligus merevisi laporan korban tewas yang dirilis pejabat setempat, yang mengatakan, tiga dari tujuh orang yang tewas adalah tentara Jerman.

Menteri itu juga mengkorfirmasi bahwa komandan pasukan NATO untuk Afghanistan utara, Jenderal Markus Kneip, yang berada dalam gedung yang diserang itu tapi selamat, "Dia hanya menderita luka ringan," katanya.

Kepala polisi Afghanistan utara dan tiga warga Afghanistan lainnya tewas dalam serangan di kantor gubernur Takhar pada Sabtu itu, kata beberapa pejabat setempat.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dalam satu pernyataan, ia terkejut dan sedih atas kematian-kematian itu, dan luka-luka yang ditimbulkakan pada tentara Jerman, dan juga korban Afghanistan. "Serangan teroris itu merupakan gambaran dari kekejaman yang ganas," katanya.

Merkel berharap, pemerintah Afghanitan akan mengadakan penyelidikan yang sungguh-sungguh, agar mereka yang bertanggungjawab atas penyerangan tersebut ditangkap dan diadili secepat mungkin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau