JAKARTA, KOMPAS.com — Peristiwa tabrakan yang membuat petugas pemelihara jalan tol, Yuliadi, mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan pergelangannya tidak membuat oknum penabrak dari Kedutaan Besar Rusia rela bertanggung jawab. Dengan dalih memiliki hak imunitas atau kebal hukum, mereka seakan lepas tangan.
Hal itu disampaikan Operation and Safety Manager PT Marga Maju Mapan Artalita Juwono, Senin (30/5/2011). Di dalam mobil Kedutaan Besar Rusia (Kedubes Rusia) berpelat CD 3767 itu terdapat tiga orang Kedubes Rusia, salah satunya yakni Vice Consulat Sergeyv. Sementara itu, identitas pengemudi, yakni Dedkovskly Ilya, merupakan Staf Kedubes Rusia.
"Petugas kami sempat minta pertanggungjawaban saat peristiwa itu terjadi. Mereka berdebat dengan pengemudinya dan tidak ada jalan keluar," ucap Lita.
Dedkovskly Ilya kemudian memanggil dua rekannya yang salah satunya merupakan Vice Consulat Sergeyv. Di sana, dialog berlangsung alot dan lagi-lagi tidak ada titik temu. Para oknum Kedubes Rusia itu tetap tak mau bertanggung jawab.
"Dia bahkan menghina kami dan mengintimidasi polisi. Dia sempat mau pukul polisi karena diminta bertanggung jawab. Mereka merasa ada kekebalan hukum sebagai orang kedutaan," ujarnya.
Perdebatan kian memanas dan bahkan membuat para oknum Kedubes Rusia itu melontarkan kalimat-kalimat merendahkan. "Dia bilang kamu mau duit berapa, saya kasih, masalah selesai. Dia bilang orang Indonesia kan hanya mau duit. Kami merasa terhina," ujarnya.
Lita juga mengaku tidak habis pikir terhadap pernyataan-pernyataan para anggota Kedubes Rusia itu yang mengatakan seolah-olah tidak menabrak karyawannya di lapangan.
"Dia sempat bilang ke saya, bukti apa yang bisa ditunjukin kalau anak-anak itu jatuh karena mobil dia. Padahal sudah jelas mobil dia yang jalannya kenceng dan menabrak rambu proyek dan gerobak aspal," kata Lita.
Seperti diberitakan, mobil Kedubes Rusia berpelat CD 3767 pada Senin (30/5/2011) pukul 02.00 melaju kencang di tol dalam kota arah dari Pluit di Km 16. Mobil kemudian menabrak benda dalam proyek pengaspalan jalan serta membuat satu petugas, Yuliadi, terhempas ke aspal panas dan membentur gerobak. Akibatnya, Yuliadi mengalami luka bakar di lengan kiri, kepala bocor, dan pergelangan kaki sebelah kiri retak. Saat ini, Yuliadi menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang