Virus mematikan

Suami-Istri Pengidap HIV/AIDS Meninggal

Kompas.com - 30/05/2011, 17:29 WIB

MADIUN, KOMPAS.com — Pasangan suami-istri pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia baru-baru ini.

Sang istri meninggal dunia hari Minggu (29/5/2011), atau sebulan setelah kematian suaminya. Mereka meninggalkan seorang anak yang berumur kurang dari dua tahun. Belum dipastikan apakah anaknya juga terinveksi virus mematikan itu.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Upaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyono Widyantono, Senin (30/5/2011), mengatakan, kedua pengidap sempat menjalani perawatan di RSUD dr Soedono, Kota Madiun. Namun, karena kondisi kesehatan mereka sudah buruk, nyawanya tidak tertolong.  

Soelistyono mengatakan, saat ini total terdapat 21 pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Madiun yang ditemukan selama 2011.  Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pengidap diperkirakan meningkat.

Sebagai gambaran, pada tahun 2010, total pengidap yang ditemukan sebanyak 30 orang. Pada tahun ini, yang baru lima bulan sudah 21 pengidap yang ditemukan.

Total penderita sejak 2002 hingga 2011 ini tercatat 110 kasus HIV/AIDS dan sebanyak 37 pengidap di antaranya meninggal dunia. Sedihnya di Madiun, dari 110 kasus, sebanyak 55 persen menimpa ibu rumah tangga yang tertular dari suami. Rata- rata penderita berusia produktif 20-40 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau