Pilkada

Polres Flotim Minta Bantuan Pengamanan

Kompas.com - 30/05/2011, 21:56 WIB

LARANTUKA, KOMPAS.com - Untuk pengamanan pemilihan kepala daerah Kabupaten Flores Timur periode 2011-2016 pada Selasa (31/5/2011), Kepolisian Resor Flores Timur, di Nusa Tenggara Timur meminta bantuan anggota Brimob dari Kabupaten Manggarai, Sikka, dan Ende.

Total bantuan personel Brimob berjumlah 108 orang dan semuanya sudah tiba di Larantuka sejak hari Minggu (29/5/2011), pekan lalu atau H-2. Sedangkan personel pengamanan pilkada secara keseluruhan mencapai 686 orang.

Dari 3 wilayah (Larantuka, Adonara, dan Solor), yang rawan konflik di Larantuka dan Pulau Adonara. "Wilayah Adonara perlu mendapat perhatian besar pengamanan, karena diperkirakan besar kepentingan atau tarik menarik politiknya. Dari 6 pasangan calon, ada 4 calon dari wilayah Adonara," kata Kepala Kepolisian Resor Flores Timur Ajun Komisari Besar Eko Kristianto, Senin (30/5/2011), yang dihubungi dari Ende, Flores.

Empat calon yang dimaksud, dari calon bupati adalah Yeremias Bunganaen, yang berpasangan dengan Kristoforus Keban dari paket perseorangan Ribu Ratu-YES, kemudian Simon Hayon, calon petahana (bupati Flores Timur periode 2005-2010), yang berpasangan dengan Fransiskus Diaz Alffi dari Koalisi Gewayan Tanah Lamaholot.

Selain itu dari calon wakil bupati, Markus Amalebe Tokan dari Koalisi Pelangi Lamaholot yang mendampingi Yosep Yulius Diaz, serta Ludin Lega dari Koalisi Jalin Nurani Lamaholot yang berpasangan dengan calon bupati, Hironimus Semau Johny Odjan.

Sementara 2 pasangan calon lainnya berasal dari luar Adonara, yaitu Felix Fernandez - M Ismail Arkiang dari Koalisi Flores Timur Bersatu, dan Yoseph Lagadoni Herin (Wakil Bupati Flores Timur 2005-2010) - Valentinus Tukan dari Koalisi Sonata.

"Kami mengimbau segenap masyarakat bisa bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban hingga pemilihan usai, supaya secepatnya diperoleh bupati yang definitif. Sebab penundaan pilkada di sini juga sudah berlangsung lama," kata Eko.

Ketua KPU Kabupaten Flores Timur, Aloysius Kene Masan ketika dihubungi menyatakan agar semua pasangan calon tetap berpegang pada komitmen yang diucapkan dalam deklarasi damai, dan masyarakat pun diimbau bisa berpartisi pasi dalam pesta demokrasi ini. Pemilihan Selasa (31/5/2011) akan digelar di 373 tempat pemungutan suara (TPS), dan jumlah pemilih mencapai 134.958 orang.

Sekadar diketahui, semula pilkada Flores Timur dijadwalkan pada 3 Juni 2010, akan tetapi ditunda karena mencuat konflik ketika KPU D mencoret pasangan calon Simon Hayon-Fransiskus Diaz Alffi (paket Mondial). Pasangan ini dinilai tak memenuhi syarat verifikasi.

Mondial lalu menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang, dan pasangan ini memenangkan gugatannya. Namun setelah Mondial diakomodir, pemilihan yang diundur pada tanggal 17 Maret 2011 tak bisa juga dilaksanakan, karena dana untuk kelanjutan tahapan pilkada sebesar Rp 9,8 miliar oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur terlalu mepet dicairkan, yakni pada tanggal 10 Maret 2011. Hingga akhirnya jadwal pemilihan diundur menjadi Selasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau