Jakarta, Kompas
”Kami mengusulkan ICP 75-95 dollar AS per barrel,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita H Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (30/5) di Jakarta. Harga minyak mentah Indonesia per 27 Mei 2011 sebesar 115,05 dollar AS per barrel.
Menurut Evita, proyeksi harga minyak untuk tahun 2012 terkait dengan ketidakpastian faktor geopolitik. ”Komitmen pasokan minyak bumi dari OPEC menjadi faktor penentu untuk menahan harga minyak tidak terlalu tinggi,” kata Evita menambahkan.
Menurut jajak pendapat dan analisis dari para analis dunia, kelompok konservatif melihat bahwa tingginya harga minyak akan menahan pertumbuhan ekonomi. OPEC selalu berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak sehingga akan mengoreksi pertumbuhan kebutuhan minyak dunia. Hal ini akan menyebabkan harga minyak pada kisaran 75-90 dollar AS per barrel.
Para spekulan pelaku bursa komoditas memperkirakan, harga minyak dapat melambung di atas 100 dollar AS apabila pasokan minyak dari OPEC terganggu. ”Prediksi situasi pasar minyak tahun 2012 dipengaruhi faktor geopolitik. Jika ketegangan politik di Afrika Utara dan Timur Tengah tetap tinggi, harga akan naik,” katanya.
Sementara itu, Kementerian ESDM mengajukan usul asumsi minyak mentah siap jual (lifting) minyak bumi pada kisaran 950.000-970.000 barrel per hari. ”Dengan tambahan lapangan minyak baru tahun sebelumnya dan produksi lapangan baru onstream 2011-2012, produksi minyak tahun 2012 diupayakan bisa mencapai asumsi lifting itu,” kata Evita.
Sementara itu, Deputi Perencanaan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas Haposan Napitupulu menyatakan, BP Migas mengusulkan target lifting minyak dan kondensat tahun 2012 berkisar 930.000 hingga 950.000 barrel per hari. Namun, menurut rencana para kontraktor kontrak kerja sama per 22 Februari lalu, lifting tahun 2012 diperkirakan 867.440 barrel per hari.
Sejauh ini ada 12 KKKS yang memiliki kontribusi terbesar untuk produksi minyak nasional, di antaranya PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), PT Pertamina EP, Total Indonesie EP, dan ConocoPhilips Blok B . Dengan target lifting tahun 2012 sebesar 930.000 barrel per hari, CPI ditargetkan berproduksi 354.000 barrel per hari, Total EP 85.000 barrel per hari, Pertamina EP 134.000 barrel per hari.
Untuk menggenjot produksi minyak, ujar Haposan, angka kejadian penghentian operasi tidak terencana akan ditekan seminimal mungkin ditambah pengembangan beberapa sumur.