Minyak dan gas bumi

Harga Minyak Indonesia 75-95 Dollar AS Per Barrel

Kompas.com - 31/05/2011, 04:32 WIB

Jakarta, Kompas - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengusulkan asumsi harga jual minyak mentah Indonesia dalam Rancangan APBN 2012 sebesar 75-95 dollar AS per barrel. Sedangkan produksi minyak mentah siap jual pada kisaran 950.000-970.000 barrel per hari.

”Kami mengusulkan ICP 75-95 dollar AS per barrel,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita H Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (30/5) di Jakarta. Harga minyak mentah Indonesia per 27 Mei 2011 sebesar 115,05 dollar AS per barrel.

Menurut Evita, proyeksi harga minyak untuk tahun 2012 terkait dengan ketidakpastian faktor geopolitik. ”Komitmen pasokan minyak bumi dari OPEC menjadi faktor penentu untuk menahan harga minyak tidak terlalu tinggi,” kata Evita menambahkan.

Menurut jajak pendapat dan analisis dari para analis dunia, kelompok konservatif melihat bahwa tingginya harga minyak akan menahan pertumbuhan ekonomi. OPEC selalu berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak sehingga akan mengoreksi pertumbuhan kebutuhan minyak dunia. Hal ini akan menyebabkan harga minyak pada kisaran 75-90 dollar AS per barrel.

Para spekulan pelaku bursa komoditas memperkirakan, harga minyak dapat melambung di atas 100 dollar AS apabila pasokan minyak dari OPEC terganggu. ”Prediksi situasi pasar minyak tahun 2012 dipengaruhi faktor geopolitik. Jika ketegangan politik di Afrika Utara dan Timur Tengah tetap tinggi, harga akan naik,” katanya.

”Lifting” minyak

Sementara itu, Kementerian ESDM mengajukan usul asumsi minyak mentah siap jual (lifting) minyak bumi pada kisaran 950.000-970.000 barrel per hari. ”Dengan tambahan lapangan minyak baru tahun sebelumnya dan produksi lapangan baru onstream 2011-2012, produksi minyak tahun 2012 diupayakan bisa mencapai asumsi lifting itu,” kata Evita.

Sementara itu, Deputi Perencanaan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas Haposan Napitupulu menyatakan, BP Migas mengusulkan target lifting minyak dan kondensat tahun 2012 berkisar 930.000 hingga 950.000 barrel per hari. Namun, menurut rencana para kontraktor kontrak kerja sama per 22 Februari lalu, lifting tahun 2012 diperkirakan 867.440 barrel per hari.

Sejauh ini ada 12 KKKS yang memiliki kontribusi terbesar untuk produksi minyak nasional, di antaranya PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), PT Pertamina EP, Total Indonesie EP, dan ConocoPhilips Blok B . Dengan target lifting tahun 2012 sebesar 930.000 barrel per hari, CPI ditargetkan berproduksi 354.000 barrel per hari, Total EP 85.000 barrel per hari, Pertamina EP 134.000 barrel per hari.

Untuk menggenjot produksi minyak, ujar Haposan, angka kejadian penghentian operasi tidak terencana akan ditekan seminimal mungkin ditambah pengembangan beberapa sumur. (evy)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau