Saat Timbang Badan, Ukur Juga Lemak Tubuh

Kompas.com - 31/05/2011, 14:25 WIB

KOMPAS.com — Jangan merasa puas dulu jika angka pada timbangan menunjukkan berat badan Anda dalam kisaran normal atau indeks massa tubuh (IMT) di bawah angka 23. Walau angka itu berarti bahwa berat badan masuk dalam klasifikasi ideal, Anda sebaiknya juga perlu mengetahui komposisi lemak tubuh.

Menurut Jennifer Nelson, ahli nutrisi dari Mayo Clinic, seseorang dengan nilai indeks massa tubuh normal masih mungkin memiliki proporsi lemak tubuh yang tinggi. Bahkan, hal ini dapat terjadi pada orang yang tergolong kurus.

Inilah yang kemudian disebut juga dengan obesitas berat badan (BB) normal. Fenomena ini kini semakin sering terjadi pada banyak orang.

Komposisi lemak tubuh biasanya diukur dengan persentase lemak tubuh atau percent of body fat. Saat ini, sudah banyak alat pengukur berbentuk seperti timbangan yang berbasis pada sistem bioimpedance. Fasilitas ini banyak tersedia di klub kebugaran atau dokter ahli gizi.

Seseorang yang memiliki IMT normal, tetapi memiliki lemak tubuh berlebih, ternyata tidak lebih sehat dibanding dengan orang dengan IMT tinggi. 

"Terlalu banyak lapisan lemak akan membuat Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik yang berkaitan dengan penyakit diabetes dan penyakit kronik lainnya," imbuh Nelson.

Untuk itu, dalam konsep penurunan berat badan, sebenarnya yang harus dilakukan adalah menambah otot dan mengurangi lemak. Program penurunan BB harus disertai olahraga yang tepat agar lemak tubuh terbakar maksimal dan massa otot tetap dipertahankan.

"Anda sudah ada di jalan yang benar jika telah berusaha untuk menurunkan berat badan dengan cara berolahraga dan mengatur pola makan karena cara tersebut bukan hanya mengurangi berat badan, melainkan juga persentase lemak tubuh," kata Nelson.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau