Dugaan kecelakaan

Mayat Tanpa Identitas di Tepi Rel KA

Kompas.com - 01/06/2011, 11:45 WIB

JAKARTA-KOMPAS.com - Sesosok jasad pria ditemukan di pinggir rel kereta api dari arah Jakarta menuju Bogor di daerah Poltangan, Pasar Minggu, Rabu (1/6/2011). Penemuan Jasad ini berawal dari laporan Abdur (21), penumpang kereta api dari arah Bogor dan segera melaporkan ke petugas khusus kereta api yang ada di Stasiun Kereta Api Pasar Minggu.

Anggota Polisi Khusus Kereta Api dan Abdur bersama dua orang temannya segera mendatangi lokasi tersebut.

"Kata penumpang di Poltangan ada yang jatuh, segera kami menyisir pinggiran rel. Laporannya sekitar jam delapan pagi, setelah saya menemukan saya lapor ke polisi," ujar Abdur saat ditemui di lokasi kejadian Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu.

Wakil Kepala Polisi Sektor Pasar Minggu Agus Prayitno mengatakan, korban diduga jatuh dari kereta api dari arah Jakarta menuju Bogor.

"Diduga jatuh dari kereta api, dari arah Jakarta-Bogor, kurang lebih umurnya 20 tahun. Korban mengalami luka bagian kepala dan mengalami patah kaki sebelah kiri," kata Agus Prayitno.

Mayat tanpa identitas itu akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan otopsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau