Kriminalitas

Mobil Pelaku Penembakan di Bekasi Diburu

Kompas.com - 01/06/2011, 13:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian masih memburu mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang digunakan pelaku saat menembak Aipda Sugiantoro di sebuah toko sembako Ongko Mulyo, Jati Ranggon, Bekasi. Perburuan dilakukan tim gabungan dari Polresta Bekasi Kota dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.

Sesaat setelah menembak, pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang tersebut, kabur dengan menggunakan Kijang Innova hitam ke arah Cibubur, Jakarta Timur.

Kepala Subdit Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Kompol Herry Heryawan, mengatakan, penelusuran mobil dilihat dari ciri-ciri fisik mobil pelaku. Pasalnya, hingga kini polisi masih belum mengetahui nomor polisi mobil itu.

"Fisiknya, kaca depan dan samping pecah berlubang terkena tembakan," tutur Herry, Rabu (1/6/2011), saat dihubungi wartawan.

Herry meminta kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan mobil dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat.

"Bila ada yang menemukan mobil dengan ciri-ciri tersebut, diharapkan kepada masyarakat untuk segera melapor," tuturnya.

Seperti diberitakan, dini hari tadi sekitar pukul 03.30 WIB, telah terjadi baku tembak antara kawanan perampok dan polisi di Kota Bekasi. Anggota Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Polresta Bekasi Kota Aipda Sugiyantoro tewas setelah diberondong tembakan orang tidak dikenal tersebut.

Peristiwa berawal ketika Aipda Sugiyantoro bersama lima anggota lainnya sedang melaksanakan patroli. Tim patroli kemudian menemukan sebuah kendaraan Toyota Avanza warna hitam terparkir di depan Toko Ongko Mulyo dengan posisi parkir membelakangi toko sembako tersebut.

Kemudian, Aipda Sugiyantoro yang dibonceng Brigadir Nuh Supriyatna mendekati Avanza tersebut dan anggota lainnya mengambil posisi di gang tempat kejadian tersebut. Tapi petugas yang ada di sana tidak mengingat berapa nomor polisi mobil tersebut.

Tiba-tiba dari dalam mobil pelaku membrondong anggota dan terjadi baku tembak. Saat itu, Aipda Sugiyantoro tertembak di bagian kepala dan di bawah mata sebelah kanan sampai akhirnya meninggal.

Setelah itu, sebagian anggota mengejar pelaku dan sebagian petugas menolong Aipda Sugiyantoro yang telah terkapar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau