JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional Iman Arif mengatakan, semua pihak yang berkonflik dalam tubuh PSSI harus dapat menurunkan egonya menjelang kongres mendatang. Menurut Iman, ini penting demi kelangsungan sepak bola nasional.
FIFA telah memberi ultimatum PSSI untuk melaksanakan kongres berikutnya selambat-lambatnya 30 Juni mendatang. Jika gagal, Indonesia akan langsung dijatuhkan sanksi pada 1 Juli.
Hingga saat ini sendiri masih ada pihak-pihak yang bertikai. Mayoritas pemilik suara masih ingin memajukan George Toisutta dan Arifin Panigoro, sementara Komite Normalisasi terus menolaknya, sesuai dengan petunjuk FIFA.
"Saya harap selesailah masalah ini. Karena, sudah berlarut-larut. Kita harus bisa selesaikan sebelum tanggal 30 Juni untuk mencari ketua umum yang baru," ujar Iman di kantor PSSI, Rabu (1/6/2011).
"Saya pikir kongres harusnya selesai ya. Inikan sudah tiga kali kita lakukan. Tanggal 30 ini masa-masa paling krusial. Tanggal 1 Juli kita bisa kena sanksi. Otomatis kita tidak bisa main di laga internasional. Ini merupakan kerugian," lanjut Iman.
Iman menilai makin cepat kongres dilakukan, makin bagus untuk meredam ketegangan yang selama ini terjadi. "Cuma kembali lagi kepada pihak Komite Normalisasi yang menyiapkannya."
"Mudah-mudahan dengan iktikad baik dari semua bisa selesai sebelum tanggal 30 Juni. Saya pikir semua pihak harus menurunkan egonya. Tidak satu golongan atau satu pihak. Semua golongan harus tahu bahwa ini demi kepentingan sepak bola nasional," pungkas Iman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang