Jelang kongres pssi

Semua Pihak Harus Menurunkan Egonya

Kompas.com - 01/06/2011, 18:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional Iman Arif mengatakan, semua pihak yang berkonflik dalam tubuh PSSI harus dapat menurunkan egonya menjelang kongres mendatang. Menurut Iman, ini penting demi kelangsungan sepak bola nasional.

FIFA telah memberi ultimatum PSSI untuk melaksanakan kongres berikutnya selambat-lambatnya 30 Juni mendatang. Jika gagal, Indonesia akan langsung dijatuhkan sanksi pada 1 Juli.

Hingga saat ini sendiri masih ada pihak-pihak yang bertikai. Mayoritas pemilik suara masih ingin memajukan George Toisutta dan Arifin Panigoro, sementara Komite Normalisasi terus menolaknya, sesuai dengan petunjuk FIFA.

"Saya harap selesailah masalah ini. Karena, sudah berlarut-larut. Kita harus bisa selesaikan sebelum tanggal 30 Juni untuk mencari ketua umum yang baru," ujar Iman di kantor PSSI, Rabu (1/6/2011).

"Saya pikir kongres harusnya selesai ya. Inikan sudah tiga kali kita lakukan. Tanggal 30 ini masa-masa paling krusial. Tanggal 1 Juli kita bisa kena sanksi. Otomatis kita tidak bisa main di laga internasional. Ini merupakan kerugian," lanjut Iman.

Iman menilai makin cepat kongres dilakukan, makin bagus untuk meredam ketegangan yang selama ini terjadi. "Cuma kembali lagi kepada pihak Komite Normalisasi yang menyiapkannya."

"Mudah-mudahan dengan iktikad baik dari semua bisa selesai sebelum tanggal 30 Juni. Saya pikir semua pihak harus menurunkan egonya. Tidak satu golongan atau satu pihak. Semua golongan harus tahu bahwa ini demi kepentingan sepak bola nasional," pungkas Iman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau