Mengapa Mimpi Itu Penting?

Kompas.com - 02/06/2011, 15:24 WIB

KOMPAS.com — Setiap malam, kita menghabiskan sekitar delapan jam untuk beristirahat. Sekitar seperempat dari waktu itu dilalui dengan bermimpi sehingga apabila dihitung-hitung kita bermimpi selama 6 tahun penuh dalam seumur hidup.

Pentingnya peran tidur terhadap kesehatan tidak disadari hingga sekitar tahun 1950-an, ketika para ilmuwan mulai meneliti aktivitas tidur di laboratorium khusus dan melihat aktivitas yang terjadi pada otak saat orang tertidur. Dari situ barulah ditemukan bahwa mimpi memainkan peranan penting bagi kesehatan kita.

Dari aspek kesehatan emosional, pakar menemukan bahwa bermimpi sangat penting bagi kondisi psikologis seseorang. Saat bermimpi, pikiran akan mengolah sisi emosional yang dialami setiap hari, dan juga masalah-masalah yang kita temui saat sedang terjaga. Aktivitas yang juga disebut dramatisasi ini terjadi pada saat orang memasuki fase tidur REM (rapid eye movement) atau dream sleep, dan berhubungan dengan restorasi kondisi mental seseorang.

Mimpi juga bermanfaat untuk daya ingat kita. Setiap kali bermimpi, otak Anda akan memutar kembali segala kegiatan yang dilakukan sepanjang hari, mengolahnya, kemudian menyimpannya dalam-dalam di ingatan. Tidak heran apabila terkadang mimpi Anda seperti melanjutkan kegiatan yang belum terselesaikan di hari itu. Pasalnya, pada saat bermimpi, otak Anda tetap aktif meninjau apa yang telah terjadi dan terkadang dari sudut pandang yang berbeda.

Apabila Anda selalu dihantui mimpi yang sama, hal ini berarti emosi Anda sangat melekat pada suatu persoalan, yang sampai saat itu belum ditemukan solusinya. Oleh karena itu, Anda perlu mencatat ketika mengalami mimpi yang berulang-ulang dan merenungkannya kaitannya dengan kejadian yang telah lewat. Coba cari solusi untuk membereskan persoalan itu, maka setelahnya mimpi itu akan berhenti mengunjungi Anda.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau