Model Pria Kok Terpilih Jadi Wanita Terseksi?

Kompas.com - 02/06/2011, 22:02 WIB

KOMPAS.com — Model asal Serbia, Andrej Pejic, memiliki rambut pirang sepundak, rahang lembut, bibir penuh, hidung kecil, dan cantik. Kehadiran Pejic di dunia mode menimbulkan desas-desus dan tren tersendiri di kalangan desainer, fotografer, dan editor karena penampilannya yang androgini (antara pria atau wanita).

Justru karena keunikannya itulah, Pejic berhasil mendapatkan kontrak dengan Marc by Marc Jacobs, salah satu merek yang sangat ternama untuk saat ini. Begitu pula rumah mode Jean Paul Gaultier untuk kampanye musim semi 2011. Jangan kaget, karena gemulainya itu, Pejic memang akhirnya memeragakan busana wanita.

Kini, model berusia 19 tahun ini kembali jadi berita. Pasalnya, ia menempati urutan ke-98 dalam daftar 100 perempuan terseksi di dunia pilihan pembaca majalah FHM (urutan pertamanya diraih Rosie Huntington-Whitely).

"Para desainer menyebutnya sebagai the next big thing," begitu ulasan FHM dalam edisi 100 perempuan terseksi di dunia itu. "Menurut kami, 'sesuatu' itu cukup akurat. Dia tinggi, kurus, dan berdada rata." Majalah ini juga menyebutkan, Pejic mungkin berharap suatu saat bisa menjadi model pakaian dalam Victoria's Secret.

Lucunya, majalah gaya hidup pria keluaran Inggris ini belakangan kurang setuju dengan hasil pilihan pembaca ini. FHM lalu memutuskan untuk menghapus Pejic dari daftar perempuan terseksi di website-nya. Namun, nama model yang ditemukan ketika bekerja di McDonald's itu masih muncul di versi cetaknya.

"Sangat disesalkan bahwa majalah yang memuat daftar Andrej secara online ini tidak diganti sebelum diterbitkan. Begitu kami sadar, kami langsung menghapusnya, dan memohon maaf untuk setiap akibatnya. FHM telah berbicara kepada individu yang bersangkutan, dan mengambil langkah untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi," demikian pernyataan juru bicara majalah yang terbit di 21 negara ini pada harian The Telegraph.

Pejic sebenarnya lelaki tulen dan tidak pindah jender. Hanya saja, orang-orang yang mendandaninya menggunakan sisi dua jendernya dengan sangat ekstrem. Pejic mengaku hanya berusaha melakukan pekerjaannya secara profesional dan tak akan bergaya seperti ini jika merasa tak senang.

"Kadang-kadang saya memang merasa lebih seperti perempuan, tapi pada saat lain saya merasa jadi laki-laki. Saya yakin kebanyakan orang akan mengira saya perempuan. Itu tidak mengganggu saya kok, dan saya baik-baik saja. Saya tidak menganggap penampilan saya tidak biasa," tutur remaja yang bercita-cita tampil di majalah Playboy ini.

Ia sendiri tak yakin apakah Matthew Anderson, direktur Chadwick Models yang menemukannya di Melbourne, sebenarnya tahu bahwa dirinya seorang pria. Yang pasti, Pejic mengaku, saat di bar, ia sering dibelikan minuman oleh para pria. Entah, sudah berapa pria yang tertipu oleh penampilannya....

Ingin tahu siapa Andrej Pejic, silakan klik artikel "Femiman", Model Pria Mirip Wanita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau