Bupati ditembak

Bupati Tagore Trauma Pascapenembakan

Kompas.com - 03/06/2011, 01:39 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Tagore AB mengaku trauma pascapenembakan atas dirinya ketika pulang dari Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (1/6/2011) malam. Karena hal ini, dia belum berani keluar dari pendapa.

"Saya sedikit trauma, dan belum berani keluar pendapa," katanya kepada wartawan di pendapa bupati di Redelong, Ibu Kota Bener Meriah, Kamis (2/6/2011).

Tagore memutuskan untuk sementara tidak keluar dari pendapa dulu. Ia ingin mengikuti perkembangan kasusnya dengan berdiam diri di pendapa bersama keluarga. "Saya belum tahu perkembangan di luar seperti apa. Saya belum berani keluar," katanya.

Mobil yang dinaiki Bupati Tagore ditembak oleh orang tak dikenal di daerah Uning Bersah, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, sekitar pukul 21.30 WIB.

Menurut Bupati, pelaku mengenderai dua mobil Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi BK. Setelah melakukan penembakan, pelaku melarikan diri ke arah Kabupaten Bireuen.

Walau mobil tersebut ditembus oleh tiga peluru, tidak ada korban. Demikian halnya dengan Bupati Tagore, ia selamat dari penembakan tersebut.

Bupati Tagore mengatakan, hingga kini ia belum mengetahui motif penembakan yang menimpanya karena selama ini ia merasa tidak mempunyai masalah dengan siapa pun di Bener Meriah dan Aceh Tengah. "Saya juga tidak pernah menerima ancaman atau pesan pendek teror sebelumnya," katanya.

Penembakan itu terjadi ketika ia pulang dari Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, menuju pendapa di Redelong, Bener Meriah. Saat memasuki ujung jembatan di Desa Uning, mobil CRV bernomor polisi BL 1 YA yang ia tumpangi langsung ditembaki.

Tembakan kedua dilepaskan pelaku lain yang sudah menunggu di ujung lain jembatan. Peluru tembus kaca depan dan samping kiri mobil. "Alhamdulillah, tembakan tidak mengenai saya dan sopir," kata Tagore.

Bupati Tagore yang berada dalam mobil selamat dari sergapan tiga peluru yang menembus sisi kiri mobil pribadinya. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum bisa memastikan siapa pelaku dan apa motif di balik penembakan tersebut.

"Saat ini kami masih mengumpulkan bukti, keterangan saksi. termasuk keterangan dari Bupati Tagore dan sopirnya, serta memeriksa mobil yang ditembaki untuk mencari proyektil. Saat ini kami terus insentif dan bekerja keras melakukan penyelidikan," kata Kapolres Bener Meriah AKBP Hari Apriyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau