Pengaruh Kate Menandingi Michelle Obama

Kompas.com - 03/06/2011, 15:29 WIB

KOMPAS.com — Gaya busana dengan padu padan khas ala Duchess of Cambridge Catherine dan first lady Amerika Serikat Michelle Obama menjadi referensi penampilan banyak perempuan. Terusan atau gaun yang dikenakan keduanya selalu sukses menarik perhatian dunia. Tak hanya itu, pilihan gaya busana Catherine dan Michelle juga berdampak pada industri fashion. Tak sedikit perancang, rumah mode, atau toko fashion yang mengalami peningkatan penjualan berkali-kali lipat karena pengaruh kedua perempuan penikmat fashion ini.

Catherine dan Michelle dikenal sebagai pribadi yang gemar padu padan busana. Busana merek ternama buatan desainer terkenal dipadukan apik dengan busana yang bisa dibeli siapa saja. "Gaya busana mereka terjangkau sehingga bisa ditiru siapa saja. Itulah sebabnya, banyak orang yang ingin berbusana seperti mereka," kata Leah Chernikoff dari Fashionista.com.

Selain gaya busana yang bisa diadopsi semua kalangan, pengaruh Catherine dan Michelle terhadap industri fashion juga tinggi. Namun rupanya, pengantin baru dari kerajaan Inggris, Catherine, menandingi pengaruh Michelle terhadap industri fashion dunia. Dengan kata lain, penampilan Catherine lebih "menjual" dibandingkan Michelle.

Sejak pertunangan Catherine dengan Pangeran William, busana apa pun yang dikenakannya laku terjual di pasar hanya dalam hitungan menit. Bukti teranyar adalah busana rancangan Reiss Shola yang dikenakan Catherine saat bertemu Michelle dalam kunjungan kenegaraan di Inggris.

Terusan rancangan Reiss Shola terjual habis dan mulai dipasarkan di eBay dengan nilai tinggi sekitar 1.000 dollar. Pengunjung situs web Reiss juga membeludak hingga 200 persen. Pengaruh serupa juga pernah ditimbulkan dari gaya busana nyonya Obama. Saat tampil di Tonight Show pada 2008, Michelle mengenakan busana berlabel J Crew. Dampaknya, trafik situs web J Crew membeludak 64 persen hingga akhirnya tak dapat diakses.

Terusan Shola bukan satu-satunya pencapaian Catherine dalam menandingi gaya busana Michelle Obama. Sejumlah terusan yang dikenakan Catherine nyaris laku dalam satu hari. Sebut saja terusan Reiss Nannete yang dikenakan Chaterine di foto pertunangannya, atau terusan biru berlabel Zara yang dikenakannya sehari setelah hari pernikahan. Terusan biru Issa yang dikenakan Catherine saat pengumuman pertunangan juga laris manis di industri fashion.

Catherine memecah rekor
Bukan hanya momentum dan jumlah busana yang dikenakan Catherine sehingga membuatnya berhasil menandingi Michelle. Catherine juga memecah rekor lama waktu menyebar pesonanya sebagai ikon fashion.

Sebagai perbandingan, Michelle membutuhkan waktu tiga tahun untuk membangun citra gaya busana, sehingga bisa memengaruhi fashion dunia. Sedangkan Catherine, tak butuh satu tahun untuk mengukir namanya sebagai ikon di industri fashion.

Bagaimanapun, pilihan gaya busana Michelle dan Catherine menjadi sumber inspirasi. Kedua perempuan ini tak sungkan bergaya dengan busana yang bisa dibeli di mal oleh siapa saja, hingga busana rancangan khusus desainer ternama. Berbeda dengan ikon fashion Perancis Carla Bruni-Sarkozy, yang hanya mengenakan satu label busana, Dior, pada setiap pakaian yang melekat di tubuhnya. Michelle dan Catherine memiliki kesamaan, mengombinasikan couture dengan busana ready to wear yang terjangkau oleh berbagai kalangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau