Agar Anak Tak Merengek di Tempat Umum

Kompas.com - 03/06/2011, 16:28 WIB

KOMPAS.com — Si kecil merengek saat Anda mengantre di supermarket atau di bank, boleh jadi itu hal biasa. Namun, ketika rengekan semakin menjadi, Anda merasa serba salah karenanya. Sebenarnya rengekan anak di tempat umum adalah hal wajar dan normal. Namun, Anda bisa melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi kadar rengekan atau bahkan mencegahnya terjadi sama sekali.

Pakar parenting WebMD, Tanya Altmann, MD, memberikan sejumlah saran menghadapi atau mencegah rengekan anak yang meledak-ledak di tempat umum.

* Kenali situasi yang memicu rengekan

Cobalah untuk menghindari situasi yang memicu rengekan pada anak. Kenali apa sumber rengekan pada anak yang sering terjadi berulang. Boleh jadi anak Anda tak bisa mengerjakan beberapa hal sekaligus, dan ketika ia dihadapkan pada situasi kompleks, ia menjadi tak nyaman dan berujung pada rengekan.

* Lapar dan lelah memicu rengekan
Jangan pernah membawa anak yang lapar atau lelah ke tempat umum. Sebagai langkah antisipatif, bawa serta makanan ringan sehat saat pergi ke tempat umum dengan anak Anda. Jadi, saat anak mulai lapar, Anda bisa memberikannya camilan sehat untuk menghindari rengekan. Jangan juga menganggu waktu tidur siang anak dengan membawanya serta dalam aktivitas Anda.

* Selalu siap dengan hiburan
Bawa serta permainan kesukaan atau yang bisa menghibur anak saat harus berlama-lama beraktivitas di luar ruang. Tak perlu membawa semua mainan kesukaannya. Bawa saja buku terbaru yang belum sempat dibacakan atau permainan yang sudah lama tak dimainkan anak.

* Fokus pada perbuatan baik anak
Berikan pujian saat anak melakukan perbuatan baik sehingga anak akan mengulangi perilaku tersebut. Abaikan sikap provokatif anak dan lanjutkan saja apa yang sedang Anda lakukan. Anak seringkali bersikap mencari perhatian. Kalau sudah begitu, diamkan saja hingga ia kembali bersikap manis.

* Berikan peringatan
Orangtua kerapkali tak tega bersikap tegas terhadap si kecil. Namun, sikap tegas  dibutuhkan agar anak memahami bahwa orangtuanya bersikap serius. Meski tak nyaman, Anda perlu memberikan peringatan satu kali ketika anak mulai meledak-ledak dengan rengekannya. Anda perlu menyampaikan pesan bahwa rengekan tak bisa ditoleransi. Jika anak masih saja merengek setelah diberikan peringatan, acuhkan saja. Rengekan anak akan berhenti dengan sendirinya meski kadangkala Anda merasa malu berhadapan dengan orang lain yang menatap Anda dan perilaku si kecil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau