Cuti Bersama Dongkrak Kunjungan Wisnus

Kompas.com - 03/06/2011, 20:12 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Daerah Istimewa Yogyakarta Edwin Ismedi Himna mengatakan, kebijakan pemerintah tentang cuti bersama diharapkan bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan Nusantara ke DIY.

"Libur cuti bersama bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus), apalagi jika cuti bersama itu diumumkan dua bulan sebelumnya karena ada kecenderungan wisnus, terutama perusahaan, mengadakan pertemuan karyawannya pada hari libur panjang," kata Edwin di Yogyakarta, Jumat (3/6/2011).

Diminta komentarnya mengenai libur cuti bersama 3 Juni 2011, Edwin mengatakan, jika informasinya mendadak seperti halnya pada libur cuti bersama 16 Mei lalu malah merugikan dan mengecewakan pelaku wisata di daerah karena wisnus tidak mempersiapkan diri untuk kunjungan wisata. "Pengelola hotel merasa kecewa karena hotel mereka tidak jadi penuh, padahal sudah diharapkan sebelumnya," kata Edwin.

Edwin mengatakan, sebaiknya pemerintah mengumumkan libur cuti bersama ini beberapa bulan sebelumnya sehingga pelaku wisata bisa menyiapkan diri sejak lama. "Pengumuman libur cuti bersama 3 Juni ini tergolong mendadak, mestinya enam bulan sebelumnya diumumkan sehingga tiap orang bisa mengagendakan perjalanan wisata jauh hari sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih mengatakan, libur cuti bersama 3 Juni ini terkait peringatan Kenaikan Isa Almasih dinilai bisa menjadi peluang untuk menambah kunjungan wisatawan. "Libur cuti bersama itu juga sekaligus bisa meramaikan obyek wisata di daerah ini," kata Widi.

Menurut Widi, peluang yang baik ini harus ditangkap biro perjalanan wisata (BPW) dan pelaku usaha pariwisata lainnya di daerah ini  karena saat libur cuti bersama jumlah wisatawan yang berkunjung pasti banyak. "Libur cuti bersama bisa menjadi solusi terkait dengan sepinya kunjungan wisatawan mancanegara dengan menyedot sebanyak mungkin wisatawan Nusantara untuk datang ke Yogyakarta," katanya.

Untuk itu, lanjut Widi, libur cuti bersama memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan khususnya wisnus, apalagi jika digarap dengan baik. "Jika digarap dengan baik, kunjungan wisatawan yang sedang liburan itu dapat mendatangkan keuntungan besar bagi pelaku usaha pariwisata dan pihak terkait lainnya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau