Krisis yaman

Dubes RI: Suasana Yaman Makin Mencekam

Kompas.com - 03/06/2011, 23:12 WIB

SANAA, KOMPAS.com - Situasi keamanan di ibu kota Yaman, Sanaa, kian mencekam terutama bagi Duta Besar Republik Indonesia untuk Yaman, Nurul Aulia, para staf KBRI, dan sejumlah warga negara Indonesia yang berlindung di kantor perwakilan RI tersebut.

Dubes Aulia yang dihubungi ANTARA dari Kairo, Jumat (3/6/2011) petang waktu Kairo (Jumat malam WIB) mengungkapkan, pertempuran sengit sangat terasa mencekam dengan tembakan-tembakan senjata berat terdengar sudah mendekati Wisma Duta dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

"Tembakan-tembakan meriam terdengar sangat dekat berjarak sekitar sekitar 500 meter dari Wisma DUTA," katanya.

Menurut Dubes Aulia, tembakan itu tampaknya berlokasi di rumah kediaman Mayor Jenderal Ali Mohsen, perwira militer yang membelot dari kesatuannya untuk bergabung dengan oposisi anti-pemerintah pimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Dubes Aulia menjelaskan, sekitar dua setengah jam lalu, pemimpin suku bersenjata anti-pemerintah, Hamid Al Ahmar, dikabarkan telah ditangkap oleh aparat keamanan.

Dalam dua pekan terakhir, kelompok suku bersenjata pendukung Hamid Al Ahmar itu dilaporkan memasuki ibu kota Sanaa untuk bertempur melawan pasukan yang loyal kepada Presiden Abdullah Saleh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau