Taekwondo

PB TI Berharap Masuk 8 Besar di Azerbaijan

Kompas.com - 04/06/2011, 05:57 WIB

Jakarta, Kompas - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia berharap bisa meloloskan satu dari keempat atletnya ke delapan besar prakualifikasi olimpiade yang bakal berlangsung di Azerbaijan, 3-9 Juli mendatang.

”Sebab, dengan bisa masuk ke delapan besar di prakualifikasi olimpiade sana, berarti Indonesia sudah dapat menurunkan atlet taekwondonya di Olimpiade London 2012 mendatang,” tutur Joseph Hungan, manajer tim pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang taekwondo Indonesia untuk SEA Games, Jumat (3/6) kemarin.

Adapun keempat taekwondoin Indonesia yang dikirim untuk meraih satu tempat atau lebih di Olimpiade XXX-2012 London tersebut adalah Stefanus Ong yang diturunkan pada kelas -58 kilogram, Macho Hungan (-68 kg), Fransisca Valentina (-49 kg) dan Lia Karina Mansyur (-59 kg).

Menurut Hungan, sekalipun berat, babak prakualifikasi olimpiade yang berlangsung di Azerbaijan itu sedikit lebih ringan daripada kejuaraan dunia yang baru berlangsung di Korea Selatan, bulan Mei lalu.

”Sebab, kemungkinan besar para juara dunia yang sudah pasti tampil di Olimpiade London nanti tidak akan ikut serta lagi di Azerbaijan,” kata mantan atlet nasional asal Jawa Tengah tengah.

Itu sebabnya, tambah Hungan, Indonesia berpeluang masuk ke delapan besar. ”Dan bila atlet kita bisa masuk ke babak delapan besar, itu berarti Indonesia sudah dapat menurunkan taekwondoinnya di Olimpiade London, 27 Juli-12 Agustus tahun depan,” ujarnya.

Masuk lagi

Hungan juga menjelaskan perihal protes Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Tengah karena atletnya, Siska Permatasari, dipulangkan. Menurut Hungan, semula Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) ingin memasukkan Siska Permatasari yang memiliki berat badan -53 kg.

”Namun, karena waktunya sangat mepet agar Siska bisa menurunkan berat badan ke -49 kilogram, kami memilih Fransisca (Valentina) untuk berangkat, seperti yang sudah kami tetapkan,” katanya.

Hungan menambahkan, bila kesempatan memperoleh tiket ke olimpiade tidak berhasil diperoleh di Azerbaijan, Indonesia masih punya kesempatan di Kejuaraan Asia, November nanti.

”Hanya saja, kalau di Kejuaraan Asia di Thailand nanti, sedikitnya atlet kita harus mampu menjadi runner-up, baru bisa tampil di olimpiade. Kalau hanya juara tiga, masih harus melalui babak penyisihan lagi,” katanya.

(NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau