Jakarta, Kompas
”Sebab, dengan bisa masuk ke delapan besar di prakualifikasi olimpiade sana, berarti Indonesia sudah dapat menurunkan atlet taekwondonya di Olimpiade London 2012 mendatang,” tutur Joseph Hungan, manajer tim pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang taekwondo Indonesia untuk SEA Games, Jumat (3/6) kemarin.
Adapun keempat taekwondoin Indonesia yang dikirim untuk meraih satu tempat atau lebih di Olimpiade XXX-2012 London tersebut adalah Stefanus Ong yang diturunkan pada kelas -58 kilogram, Macho Hungan (-68 kg), Fransisca Valentina (-49 kg) dan Lia Karina Mansyur (-59 kg).
Menurut Hungan, sekalipun berat, babak prakualifikasi olimpiade yang berlangsung di Azerbaijan itu sedikit lebih ringan daripada kejuaraan dunia yang baru berlangsung di Korea Selatan, bulan Mei lalu.
”Sebab, kemungkinan besar para juara dunia yang sudah pasti tampil di Olimpiade London nanti tidak akan ikut serta lagi
Itu sebabnya, tambah Hungan, Indonesia berpeluang masuk ke delapan besar. ”Dan bila atlet kita bisa masuk ke babak delapan besar, itu berarti Indonesia sudah dapat menurunkan taekwondoinnya di Olimpiade London, 27 Juli-12 Agustus tahun depan,” ujarnya.
Hungan juga menjelaskan perihal protes Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Tengah karena atletnya, Siska Permatasari, dipulangkan. Menurut Hungan, semula Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) ingin memasukkan Siska Permatasari yang memiliki berat badan -53 kg.
”Namun, karena waktunya sangat mepet agar Siska bisa menurunkan berat badan ke -49 kilogram, kami memilih Fransisca (Valentina) untuk berangkat, seperti yang sudah kami tetapkan,” katanya.
Hungan menambahkan, bila kesempatan memperoleh tiket ke olimpiade tidak berhasil diperoleh di Azerbaijan, Indonesia masih punya kesempatan di Kejuaraan Asia, November nanti.
”Hanya saja, kalau di Kejuaraan Asia di Thailand nanti, sedikitnya atlet kita harus mampu menjadi runner-up, baru bisa tampil di olimpiade. Kalau hanya juara tiga, masih harus melalui babak penyisihan lagi,” katanya.