Warga pedalaman

Warga Enggano Merasa Tidak Diperhatikan

Kompas.com - 05/06/2011, 16:28 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Warga Pulau Enggano, Bengkulu, selama ini merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah. Keberadaan suku-suku di sana berikut aturan adatnya seringkali tidak mendapat pengakuan dari pemerintah. Kebijakan pemerintah yang akan diterapkan di Enggano pun kerap tidak melibatkan masyarakat setempat.

Seorang tokoh adat Enggano, Rafli Zen Kaitora, menuturkan, warga adat tidak dilibatkan dalam pengelolaan hutan oleh pemerintah. Padahal, setiap suku memiliki perangkat adatnya yang mengatur bagaimana hidup berdampingan dengan hutan.

"Misalnya, seorang pendatang jika ingin mendapat izin pengelolaan hutan harus berdomisili di Enggano terlebih dulu untuk sekian bulan sebelum izin itu diberikan. Yang terjadi justru izin begitu saja diberikan oleh pemerintah desa tanpa melibatkan masyarakat adat," tutur Zen, Minggu (5/6/2011).

Hal tersebut, menurut Zen, berakibat pada rusaknya hutan di Enggano seperti yang telah terjadi di Desa Banjar Sari. Padahal, hutan di sisi barat pulau tersebut menjadi sabuk hijau penahan gelombang samudera Hindia. Sekretaris Desa Banjar Sari Setiawan, menyampaikan, tokoh adat Enggano perlu lebih tegas menegakkan aturan adat. Sebab, terkadang justru orang Enggano sendiri yang melanggar aturan adat.

Setiawan juga mengingatkan agar ada kajian berapa batas populasi penduduk yang masih bisa ditoleransi di Enggano. Dengan demikian, pembangunan Enggano bisa disesuaikan dengan daya dukung lingkungan yang ada. Direktur Operasional Aliansi

Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Keuangan Mikro (Apekro) Bengkulu Haliin, mengatakan, telah lama pemerintah hanya menempatkan Enggano sebagai obyek dalam pembangunan. Masyarakat tidak dilibatkan dalam perencanaan kebijakan.

Akibatnya, tidak sedikit kebijakan pembangunan Enggano dari pemerintah yang sia-sia. Oleh karena itu, perlu dibuat cetak biru pembangunan Enggano sebagai salah satu pulau terluar di pesisir barat Sumatera. Cetak biru yang dibuat melibatkan masyarakat itu harus mencakup berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, energi, dan infrastruktur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau