Kelompok Poso Siapkan Serangan

Kompas.com - 06/06/2011, 02:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah, diduga kuat sedang mempersiapkan aksi penyerangan dengan bom. Rencana itu diketahui berdasarkan temuan bom siap ledak dan yang masih dalam bentuk rangkaian oleh warga di kawasan pantai di Poso pada 1 Juni 2011.

Kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (5/6), Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menegaskan, setelah menangkap dua pelaku penembakan terhadap polisi di Palu, Sulawesi Tengah, dan menembak tewas dua pelaku lain, saat ini polisi masih memburu tiga orang.

Mereka adalah S alias AW, B alias O, dan M alias PE. S adalah pemimpin kelompok. ”Dia ikut merencanakan aksi. Buronan lain berperan sebagai pemberi dana. Kami berharap mereka menyerahkan diri,” kata Boy seperti dikutip Kompas.com.

Berdasarkan pemeriksaan diketahui, selain mencuri motor untuk aksi-aksi mereka, kelompok ini juga sedang menyiapkan serangkaian perampokan dan menyerang polisi guna mendapatkan senjata api.

Mengenai teror baru, menurut Boy, hal itu didasarkan pada temuan empat bom pipa plastik berdiameter 4 sentimeter yang siap ledak dan tujuh pipa paralon berisi paku. Ditemukan pula 1 kilogram paku dengan panjang 5 sentimeter dan bahan-bahan lain pembuat bom.

Menurut Boy, sejauh ini lokasi yang direncanakan untuk dibom masih diselidiki. Namun, kata dia, tidak tertutup kemungkinan mereka akan menyerang kantor pemerintah, tempat ibadah, atau fasilitas umum, seperti sasaran kelompok teroris selama ini.

Boy juga menyatakan, kelompok ini berencana merampok BRI Unit Tayawa di Tojo Una-Una serta perkampungan dan toko di Parigi Moutong. ”Mereka juga akan menyerang dan merampas senjata milik anggota Brimob yang sering pulang malam di daerah Kompi Brimob Ngata Baru,” ujarnya.

Masih dijaga ketat

Di Poso, penjagaan ketat masih dilakukan di sejumlah tempat pasca-penembakan terhadap dua tersangka penembak polisi, Fauzan dan Dayat. Penjagaan antara lain dilakukan di semua pos polmas, polsek, dan semua wilayah perbatasan Poso dengan daerah lain.

Polisi juga masih mencari sejumlah orang di Poso yang diduga terkait dengan kasus penembakan di Palu dan kelompok yang merupakan jaringan teroris.

Kepala Kepolisian Resor Poso Ajun Komisaris Besar Pulung Rohmadiyanto mengatakan penjagaan ketat ini sebagai antisipasi. ”Orang-orang yang ditangkap dan ditembak ini adalah anggota kelompok. Mereka pasti punya teman-teman atau anggota,” ungkapnya. (REN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau