Sutan: Bobot Nazaruddin Turun 18 Kg

Kompas.com - 06/06/2011, 12:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Politikus Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan sudah bertemu dengan mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazarrudin di Singapura. Sutan mengatakan, tim berangkat pada Jumat (3/6/2011), dan langsung bertemu dengan Nazaruddin di suatu tempat.

Tim dan Nazaruddin bertemu kembali keesokan harinya sebelum bertolak ke Tanah Air. Menurut Sutan, tubuh Nazaruddin tampak lebih kurus. "Agak kurusan dia.  Beratnya turun 18 kilogram," katanya di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (6/6/2011).

Sutan bertutur bahwa dirinya bersama Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah dan Wakil Ketua Umum Johnny Allen bertemu dengan Nazaruddin di suatu tempat yang enggan disebutkan. Nazaruddin, lanjutnya, datang sendirian. "Jadi pas kami ketemu,  dia sambil batuk-batuk dan memegang dadanya," katanya.

Meskipun demikian, menurutnya, Nazaruddin masih dapat berkomunikasi dengan lancar. Sutan mengatakan, tim tak pulang bersama Nazaruddin karena dirinya masih dalam proses penyembuhan. Batas waktunya pun belum diketahui secara pasti.

Saat ini, Nazaruddin masih berada di Singapura untuk menjalani pengobatan. Sutan juga tak mau mengungkapkan tempat pertemuan hingga rumah sakit, tempat Nazaruddin berobat. Menurut dia, hal ini akan diungkapkan DPP Partai Demokrat dalam keterangan pers nanti sore.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau