Kapal tenggelam

Adpel Tak Pernah Beri Izin KM Martasiah

Kompas.com - 06/06/2011, 18:42 WIB

KOTABARU, KOMPAS.com - Kepala Administrasi Pelabuhan Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jhoni K Lintang, Senin menyatakan, tidak pernah mengeluarkan surat izin berlayar untuk KM Martasiah yang tenggelam di Perairan Tanjung Pangga, Kotabaru, akibat gelombang dan angin kencang.

"Saya tidak pernah diminta dan mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) KM Martasiah, karena itu kapal angkutan pedalaman yang seyogyanya tidak membawa penumpang," katanya menjelaskan.

Namun Jhoni mengaku telah melihat sertifikat kapal tersebut dari Dinas Perhubungan Kotabaru.

"Hal itu sesuai dalam aturan, bahwa kapal di bawah Gros Tonase (GT) tujuh menjadi wewenang Dinas Perhubungan, sementara diatas 7 GT menjadi wewenang Perhubungan Laut," ujarnya.

Ia menambahkan, belum mengetahui secara pasti nama terang Nakhkoda KM Martasiah, karena wewenang memeriksa itu ada ditangan Dinas Perhubungan.

Memang ini menjadi dilema, disisi lain pemerintah perlu menggerakkan dan membuka daerah terpencil dengan beroperasinya kapal angkutan pedalaman. Namun di sisi lain juga keselamatan berlayar tetap harus dijalankan.

Jhoni mengakui saat ini ada oknum pengusaha transportasi ada yang telah kebablasan, tanpa menyebutkan kebablasan yang dimaksud.

Sebelumnya Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani meminta petugas Administrasi Pelabuhan untuk membantu masyarakat dengan penyiapkan petugas khusus untuk mengawal kapal-kapal yang membawa warga akan berjualan di pasar-pasar tradisional.

"Karena kejadian seperti tenggelamnya Km Martasiah ini bukan kali ini saja," terangnya.

Selain itu, petugas Administrasi Pelabuhan juga hendaknya meningkatkan kewaspadaan dan lebih teliti terhadap izin kelaikan kapal.

"Kalau bisa sebelum kapal berangkat harus dikosongkan agar memudahkan petugas dalam pengawasan dan mengendalikan jumlah penumpang," ujarnya.

Sementara itu, Kapal penumpang KM Martasiah jurusan Kotabaru-Geronggang, sekitar pukul 12.00 Wita tenggelam di perairan Tanjung Dewa, Kelumpang Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan, akibat gelombang tinggi, sekitar 17 orang penumpangnya tewas.

Sementara Korban selamat hingga saat ini tercatat sekitar 33 orang dan kini dirawat di rumah sakit umum daerah Kotabaru untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akibat gelombang tinggi dan angin kencang tersebut, kapal yang mengangkut penumpang sekitar 80 orang oleng dan akhirnya tenggelam dengan cara terbalik.

Selain penumpang KM Martasiah juga mengangkut barang-barang, diantaranya sejumlah kendaran roda dua, barang sembilan bahan pokok dan barang keperluan rumah tangga yang hendak dijual ke pasar Geronggang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau