KOTABARU, KOMPAS.com - Kepala Administrasi Pelabuhan Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jhoni K Lintang, Senin menyatakan, tidak pernah mengeluarkan surat izin berlayar untuk KM Martasiah yang tenggelam di Perairan Tanjung Pangga, Kotabaru, akibat gelombang dan angin kencang.
"Saya tidak pernah diminta dan mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) KM Martasiah, karena itu kapal angkutan pedalaman yang seyogyanya tidak membawa penumpang," katanya menjelaskan.
Namun Jhoni mengaku telah melihat sertifikat kapal tersebut dari Dinas Perhubungan Kotabaru.
"Hal itu sesuai dalam aturan, bahwa kapal di bawah Gros Tonase (GT) tujuh menjadi wewenang Dinas Perhubungan, sementara diatas 7 GT menjadi wewenang Perhubungan Laut," ujarnya.
Ia menambahkan, belum mengetahui secara pasti nama terang Nakhkoda KM Martasiah, karena wewenang memeriksa itu ada ditangan Dinas Perhubungan.
Memang ini menjadi dilema, disisi lain pemerintah perlu menggerakkan dan membuka daerah terpencil dengan beroperasinya kapal angkutan pedalaman. Namun di sisi lain juga keselamatan berlayar tetap harus dijalankan.
Jhoni mengakui saat ini ada oknum pengusaha transportasi ada yang telah kebablasan, tanpa menyebutkan kebablasan yang dimaksud.
Sebelumnya Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani meminta petugas Administrasi Pelabuhan untuk membantu masyarakat dengan penyiapkan petugas khusus untuk mengawal kapal-kapal yang membawa warga akan berjualan di pasar-pasar tradisional.
"Karena kejadian seperti tenggelamnya Km Martasiah ini bukan kali ini saja," terangnya.
Selain itu, petugas Administrasi Pelabuhan juga hendaknya meningkatkan kewaspadaan dan lebih teliti terhadap izin kelaikan kapal.
"Kalau bisa sebelum kapal berangkat harus dikosongkan agar memudahkan petugas dalam pengawasan dan mengendalikan jumlah penumpang," ujarnya.
Sementara itu, Kapal penumpang KM Martasiah jurusan Kotabaru-Geronggang, sekitar pukul 12.00 Wita tenggelam di perairan Tanjung Dewa, Kelumpang Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan, akibat gelombang tinggi, sekitar 17 orang penumpangnya tewas.
Sementara Korban selamat hingga saat ini tercatat sekitar 33 orang dan kini dirawat di rumah sakit umum daerah Kotabaru untuk mendapatkan perawatan intensif.
Akibat gelombang tinggi dan angin kencang tersebut, kapal yang mengangkut penumpang sekitar 80 orang oleng dan akhirnya tenggelam dengan cara terbalik.
Selain penumpang KM Martasiah juga mengangkut barang-barang, diantaranya sejumlah kendaran roda dua, barang sembilan bahan pokok dan barang keperluan rumah tangga yang hendak dijual ke pasar Geronggang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang