Perindustrian

Industri Hilir Terganjal Insentif

Kompas.com - 06/06/2011, 19:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya mengembangkan industri hilir untuk menciptakan nilai tambah produk perkebunan terganjal kebijakan perpajakan. Kementerian Perindustrian menginginkan Kementerian Keuangan memberikan insentif bagi investor perkebunan yang membangun industri hilir.

Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta DPR mendukung pengembangan industri perkebunan terintegrasi dari hulu sampai hilir dengan turut mendorong pemberian insentif. Hidayat menyampaikan hal ini dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (6 /6/2011).

Pengembangan industri hilir perkebunan menjadi salah satu program prioritas Kementerian Perindustrian tahun 2012 di Sei Mangkei (Sumatera Utara), Dumai-Kuala Enok (Riau), dan Maloy (Kalimantan Timur).

Kementerian Perindustrian mengusulkan pagu indikatif Rp 315,2 miliar dalam APBN tahun 2012 untuk program revitalisasi dan penumbuhan industri agro.

Sejumlah anggota Komisi VI DPR menilai usulan anggaran tidak memadai untuk membangun industri hilir terpadu perkebunan. Menanggapi hal ini, Menperin menjelaskan, kebutuhan terbesar untuk menjalankan program prioritas industri hilir perkebunan adalah kebijakan fiskal baru.

"Yang saya butuhkan, kerelaan menteri keuangan membuat kebijakan pajak baru untuk mendukung industri hilir agro. Downstream (produk turunan) industri agro banyak dan harus diolah dalam negeri agar menyerap tenaga kerja yang bisa menghasilkan lebih banyak pajak lagi," ujar Hidayat.

Saat ini, pengusaha kelapa sawit sudah mulai masuk ke industri hilir. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, PT Sinar Mas Agro Research and Technology Tbk, Musim Mas, dan Wilmar, merupakan perkebunan kelapa sawit besar sudah masuk ke industri hilir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau