Soekarno lahir di surabaya

Pemkot Janji Tebus Rumah Bung Karno

Kompas.com - 07/06/2011, 09:38 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Surabaya berjanji akan menebus rumah tempat dilahirkannya Soekarno yang terletak di Jalan Pandean IV/40 Surabaya, Jawa Timur, sekaligus barang-barang bernilai sejarah yang ada di rumah itu.

"Rumah ini akan dibeli untuk dijadikan Museum Bung Karno, berapa pun harganya. Karena, ini riil aset sejarah," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meresmikan Prasasti Soekarno di ujung Jalan Pandean IV, Senin (6/6/2011) sore.

Risma belum dapat memastikan besarnya nilai uang yang harus dibayar, tergantung dari hasil negosiasi antara pihak pemkot dan pemilik rumah. Yang jelas, pihaknya mengalokasikan dana itu dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.

"Saya berharap Museum Bung Karno nanti dapat menceritakan kepada generasi muda tentang apa yang sudah dilakukan tokoh Proklamator itu ketika menghabiskan masa kecilnya di Surabaya," katanya.

Jamilah, penghuni rumah tempat dilahirkannya Soekarno, mengaku tidak keberatan jika harus menjual rumahnya kepada Pemkot Surabaya asal harganya cocok dan disepakati.

Dia menceritakan, rumah berukuran 16 x 4 meter itu merupakan pemberian orangtuanya yang dibeli dengan harga Rp 16 juta pada 1990. "Sejak saat itu kami tidak pernah merenovasi, selain tangga untuk menuju ke atas," katanya.

Awalnya, dia tidak mengetahui bahwa rumah yang ditempati bersama kakaknya itu adalah rumah tempat kelahiran presiden pertama RI. Dia baru tahu sejak 2005, saat banyak peneliti dan wartawan yang bertamu kepadanya tentang rumah itu.

Berdasarkan telaah sejarah yang dilakukan Soekarno Institute, rumah tersebut pertama kali ditempati keluarga Soekarno pada akhir 1900. Saat itu ayah Soekarno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, memboyong keluarganya dari Singaraja ke Surabaya. Saat itu juga, istri Soekemi, Ida Ayu Nyoman Rai, sedang mengandung, dan pada 6 Juni 1901 Soekarno dilahirkan di rumah itu.

Soekarno Institute berupaya meluruskan sejarah bahwa Soekarno dilahirkan di Surabaya, bukan di Blitar seperti yang dipahami banyak orang selama ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau