Menjaga Pasar, Para ATPM Menguras Stok

Kompas.com - 07/06/2011, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah bisa ditebak pasar mobil nasional Mei lalu mengalami penurunan 5,3 persen dampak dari bencana alam dan gempa bumi 11 Maret di Jepang. Padahal, permintaan konsumen sangat tinggi, tapi para agen tunggal pemegang merek (ATPM) tak punya persediaan cukup karena pengiriman tersendat. Sehingga, mereka terpaksa harus menguras stok.

Kondisi itu tergambar dari data penjualan sementara yang diterima Kompas.com, semalam (6/6). Terutama untuk ritel (dibeli konsumen), untuk Mei lalu terjual 63.021 unit (turun 5,3 persen), di bawah penjualan April yang tercatat 66.578 unit.

Sementara penjualan wholesale (dari produsen ke dealer) bulan kelima yang 60.871 unit, justru naik tipis dari April yang 60.702. Seandainya stok tersedia cukup dan perakitan ATPM tidak terganggu karena pasokan komponen, bukan tidak mungkin bisa menembus di atas 70.000 unit. Tampaknya, penjualan kuartal kedua (April-Juni) masih terus menjadi rapor merah bulanan.

Berdasarakan data Gaikindo, Toyota masih berada paling atas dalam penjualan Mei dengan angka tertinggi 19.554 unit (wholesale), turun 7,4 persen dibanding bulan sebelumnya. Mitsubishi melego 11.048 unit (naik 1,2 persen), Daihatsu 10.453 unit (naik 28,1 persen), Suzuki 7.520 (naik 3,6 persen), Honda 3.673 unit (naik 78,6 persen) dan Nissan 1.322 unit (-59,8 persen).

Data Penjualan Mei 2011 (tentative)

Merek
Penjualan
wholesales
ritel
Toyota
19.554
20.582
Mitsubishi
11.048
9.598
Daihatsu
10.453
10.803
Suzuki
7.520
7.205
Honda
3.673
3.914
Nissan
1.322
3.012
Isuzu
1.908
2.050
Mazda
619
655
Lainnya
4.774
5.202
Total
60.871
63.021

sumber; ATPM anggota Gaikindo

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau