Australia Hentikan Ekspor Ternak Hidup ke Indonesia

Kompas.com - 08/06/2011, 10:59 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com — Autralia mulai Rabu (8/6/2011) ini menghentikan ekspor hewan ternak hidup ke Indonesia hingga enam bulan ke depan. Hal ini merupakan buntut dari  penyiksaan sapi di Rumah Potong Hewan Indonesia yang ditayangkan televisi di Australia.

"Kami perlu membangun perlidungan yang memadai bahwa para eksportir memberikan jaminan yang terbukti dan transparan mengenai rantai suplai, mulai dari pengiriman setiap hewan ternak Australia sampai tempat penjagalan," sebut Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig kepada radio ABC.

Ditegaskan Ludwig, ekspor hewan ternak yang mencapai nilai 340 juta dollar AS itu tidak akan dilakukan sampai ada jaminan mengenai perlindungan hewan di Indonesia.  " Itu memang akan memakan waktu, untuk memastikan bahwa kami mendapatkan jaminan tersebut," tambahnya.

Larangan ini tepat seminggu setelah Canberra menghentikan ekspor sapi hidup ke 11 RPH Indonesia yang tampak dalam laporan televisi Australia yang memperlihatkan penyiksaan sapi di RPH. Penyiksaan tersebut membuat kemarahan kelompok-kelompok perlindungan hewan di Australia dan meminta pemerintahnya bertindak tegas.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau