Pria Jarang Ganti Kancut Saat Liburan

Kompas.com - 08/06/2011, 15:27 WIB

KOMPAS.com — Pria memang cenderung memilih travelling light. Untuk bepergian selama tiga hari, bawaan mereka hanya satu ransel kecil. Untuk jalan-jalan seminggu, mereka masih menggunakan satu ransel yang sama, tetapi lebih menggembung.

Karena membenci acara mengemas pakaian, mereka juga cenderung membawa sesedikit mungkin perlengkapan pribadi. Nah, siap-siap saja ketika pasangan Anda bepergian seorang diri. Bisa-bisa, keputusannya menghemat pakaian ini memengaruhi higienitasnya.

Sebuah agen perjalanan di Inggris, The Sunshine, belum lama ini melakukan survei terhadap 1.294 orang di Inggris mengenai apa yang mereka bawa saat travelling. Semua responden yang disurvei pernah melakukan perjalanan selama seminggu dalam setahun terakhir ini. Hasilnya, pria rata-rata menggunakan 98 persen benda yang mereka bawa. Cukup efisien, bukan? Namun pengakuan mereka berikutnya lumayan mengejutkan.

Pria mengaku, mereka membawa rata-rata tiga kancut (celana dalam) saja untuk tujuh hari. Dengan jadwal kegiatan yang padat (entah itu urusan kerja atau jalan-jalan), Anda bisa menduga mereka tak mungkin meluangkan waktu untuk mencuci kancutnya bukan? Terbukti, hanya 12 persen pria yang mengatakan berencana untuk mencucinya. Kemudian, 37 persen berkilah, mereka tidak perlu membawa banyak pakaian dalam karena toh akan selalu memakai celana renang saat liburan.

Hasil survei terhadap kaum perempuan, seperti Anda duga juga, hanya memakai 62 persen dari benda-benda yang mereka masukkan ke dalam koper. Artinya, mereka membawa barang lebih banyak daripada yang diperlukan. Selain itu, saat bepergian selama tujuh hari, rata-rata dari mereka membawa 10 pasang pakaian dalam. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau