Untuk jaga diri dan menjadi pede

Ratu Kecantikan Ini Hobi "Kick Boxing"

Kompas.com - 08/06/2011, 18:22 WIB

KOMPAS.com — Jangan pernah mengganggu ratu kecantikan muda yang satu ini kalau Anda tak ingin dibanting dan terkena bogemnya yang keras dan mematikan. Pasalnya, dia sudah menggeluti dua olahraga bela diri sangat keras yang umumnya digeluti para lelaki, yaitu tarung bebas dan kick boxing.

Ya, ratu kacantikan muda Chloe Adcock yang berasal dari Cannock, Staffordshire, tersebut sudah mengenal tarung bebas dan kick boxing sejak berusia 11 tahun. Dia memilih olahraga yang sangat "dibenci" kaum hawa tersebut setelah ada orang yang mengejek penampilannya.

Tak heran, sejak saat itu, wanita cantik berusia 16 tahun tersebut menarik perhatian Dual Agency Model. Bahkan, Adcock masuk nominasi Miss Teen Earth UK.

Meskipun demikian, remaja ini tak mau hanya berkonsentrasi untuk melenggang di atas catwalk. Dia tetap menikmati kebiasaan membanting tubuh lawan dalam mengisi waktu luangnya.

"Saya mulai ikut tarung bebas ketika masuk sekolah tinggi," ujar Adcock, yang September nanti akan masuk perguruan tinggi.

"Saya sering mendapat banyak gangguan. Dulu para gadis mengatakan bahwa saya jelek, yang membuat saya benar-benar marah. Sekelompok gadis juga pernah menyerang saya dan melepaskan beberapa tendangan."

"Lalu, ibu menyarankan agar saya mulai mengikuti beberapa kelas bela diri untuk mempertahankan diri, sekaligus memperbaiki kepercayaan diri. Saya pikir, itu merupakan ide yang bagus."

"Namun, begitu saya memulai kick boxing dan tarung bebas, saya mulai ketagihan. Saya berlatih tiga atau empat kali seminggu, dan itu tampaknya merupakan gairah saya sebenarnya."

"Saya sama sekali tidak pernah berpikir tentang dunia model sampai beberapa tahun yang lalu, ketika nenek menyarankan agar saya melakukan sesuatu yang sedikit lebih feminin. Tanpa sepengetahuan saya, dia memasukkan saya ke kontes Miss British Isles, dan saya senang ketika memenangi kontes lokal dan dimahkotai Miss Staffordshire pada tahun 2010."

"Saya menjadi perhatian selama kontes dan diminta untuk menjadi model MTV, ketika saya sudah menandatangani kontrak dengan sebuah agen model. Saya tidak pernah berpikir bahwa dunia model akan menjadi sesuatu yang saya bisa lakukan dengan baik. Meski begitu, saya senang nenek mengikutsertakan saya pada kontes itu."

Saat ini Adcock menjadi finalis dalam kontes kecantikan Miss Teen Earth UK. Meskipun demikian, dia tidak ingin melupakan hobinya yang berbahaya tersebut. Malah, jika harus memilih, Adcock mengatakan bahwa dia akan berhenti dari kontes kecantikan tersebut dan tetap menggeluti tarung bebas.

"Untungnya, saya tidak pernah cedera serius saat bertarung. Hanya, tentu bukan ide yang bagus jika pulang dengan mata berwarna hitam (lebam). Karena itu, saya absen latihan selama beberapa hari jika ada sesi pemotretan."

"Saya ingin melanjutkan dua kegiatan yang menjadi hobi saya itu. Namun, ambisi nyata saya sebenarnya memiliki event organizer sendiri."

Sementara itu, ibu Adcock, Tracy, mengatakan, "Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa dia harus memilih di antara dua. Namun, dia bertekad melakukan keduanya. Kami sangat bangga kepadanya, meskipun tentu saja akan mendukung pilihannya, apa pun itu."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau