Pengungsi

Cari Aman di Turki

Kompas.com - 08/06/2011, 19:45 WIB

KOMPAS.com — Kekerasan yang makin merebak di Suriah menyebabkan gelombang pengungsi dari negara itu bergerak ke Turki. Menurut warta AP dan AFP pada Rabu (8/6/2011), rakyat Suriah mencari aman semata agar tak menjadi korban bentrokan bersaudara.

Banyak orang mengatakan bahwa ratusan warga Suriah meninggalkan kota Jisr al-Shughour. Mereka mendapat informasi kalau pihak militer diperkirakan akan menyerang kota itu. Sebelumnya, puluhan tentara dilaporkan dibunuh di tempat tersebut. Penduduk yang tersisa di kota tersebut membuat penghambat jalan untuk mencegah pihak keamanan masuk.

Turki mengatakan tidak akan menutup perbatasan bagi orang-orang yang mencari perlindungan. Berbicara pada konferensi pers di Ankara, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki mengamati perkembangan keadaan dan meminta Damaskus untuk menahan diri.

Sementara itu, Inggris dan Perancis semakin mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan pemungutan suara guna mengutuk penindasan Pemerintah Suriah terkait kerusuhan yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Inggris berencana mengajukan rancangan resolusi yang berbeda dengan resolusi untuk Libya. Usulan tersebut tidak akan berupa aksi militer terhadap Damaskus atau pengenaan sanksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau