Wirausaha Harus Melek Teknologi Informasi

Kompas.com - 08/06/2011, 20:23 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Para wirausahawan wajib menguasai teknologi bila ingin memulai usahanya dengan modal maupun jaringan yang terbatas. Dengan memanfaatkan teknologi, biaya operasional bisa ditekan sampai mengoperasikan kantor dari telapak tangan saja melalui telepon genggam.

Hal tersebut menjadi benang merah dalam Konferensi Komputer dan Informatika Internasional ke-3 yang diselenggarakan Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Rabu (8/6/2011). Hadir sebagai pembicara, Prof Dr Ahmad Zaki bin Abu Bakar dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Zaki menjelaskan bahwa dewasa ini perkembangan teknologi telah bergeser dari pendekatan konvensional menjadi kolaborasi dengan munculnya tren komputasi awan hingga istilah crowdsourcing yakni merampungkan pekerjaan bersama-sama oleh komunitas. Dengan memanfaatkan teknologi jejaring sosial, seorang wirausaha bisa mendapatkan masukan, saran, atau bahkan solusi dari lebih banyak sumber.

"Selama ini, untuk mendapatkan masukan mengenai bisnis, aspek hukum, hingga teknologi, membutuhkan biaya maupun koneksi pribad i yang kadang tidak dimiliki semua orang. Salah mengambil keputusan dalam berwirausaha adalah penyebab utama mereka gagal pada tahun pertama," kata Zaki.

Zaki menjelaskan, beberapa penyebab kegagalan wirausaha adalah kurang pengalaman, tidak memiliki peng etahuan memadai, tidak siap menghadapi masalah yang kompleks, pengambilan keputusan diserahkan kepada satu orang, dan tidak berorientasi pasar. Menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor 2010, sebanyak 110 juta orang berusia 18-64 tahun yang merintis usaha mandiri sementara 140 juta yang lain sudah menjalankan usaha yang mereka mulai 3,5 tahun sebelumnya.

Dengan demikian, lanjutnya, teknologi harus menjadi pendukung utama bagi seorang wirausaha. Bukan tidak mungkin, mengelola kantor yang semula berkonsep Small Office Home Office (SOHO) bisa dibuat lebih ringkas dengan menggunakan telepon genggam saja.

Menurut Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Azhar Hasyim, perkembangan teknologi informasi akan meningkat pes at dalam beberapa tahun mendatang. Hanya saja, Indonesia masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses internet sehingga masih timpang antara perkembangan teknologi dengan pemanfaatannya. Dia menyebut kepadatan infrastruktur internet di Indonesia masih rendah, kecuali pada beberapa kota besar.

Azhar menegaskan bahwa pemerintah tengah memanfaatkan teknologi informasi serta meningkatkan literasi masyarakat pada umumnya. Dia menyebut perguruan tinggi memiliki peran penting dalam riset dan pengembangan teknologi informasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau