Rumah murah

Bank Harus Kembangkan FLPP

Kompas.com - 08/06/2011, 21:48 WIB

SEMARANG, KOMPAS.Com - Masyarakat dengan daya beli tidak memadai masih dapat memiliki rumah, dengan peran bank yang membantu pembiayaan perumahan masyarakat.

Fasilitas bagi pengembang menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dijamin melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Hal itu dikatakan Menteri Negara Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, Rabu (8/6) ketika meresmikan sebanyak 1.178 unit rumah sejahtera tapak yang dibangun pengembangan anggota Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, dan dipusatkan di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah.

Peresmian 1.778 rumah sejahtera tapak tersebar di Pekalongan, Boyolali, Kota Semarang, Kudus, Grobogan, dan Pati. Hadir dalam peresmian ini Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, Ketua Umum DPP REI, Setyo Maharso, dan Ketua DPD REI Jateng Sujadi. Turut diresmikan pula enam rumah susun mahasiswa di enam perguruan tinggi di Kota Semarang.

"Penyediaan rumah sejahtera tapak yang dibangun pengembang, diharapkan terus bertambah sehingga dapat memperkecil kekurangan kebutuhan perumahan di Indonesia," kata Suharso Monoarfa.

Suharso juga kembali mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah menyediakan tanah untuk perumahan masyarakat. Pemda harus berperan aktif supaya mau melakukan tabungan tanah, yakni banyak membeli tanah untuk pembangunan perumahan rakyat.

"Bila pemda dapat menyiapkan suplai lahan, tentulah ada koordinasi yang baik antara program pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman. Tidak ada lagi lahan pertanian yang beralih fungsi untuk nonpertanian, karena pemda tahu betul lahan yang untuk perumahan dan nonperumahan," ujar Suharso.

Salah satu bentuk kebijakan Kementerian Negara Perumahan Rakyat membantu masyarakat agar dapat memiliki rumah dengan harga terjangkau, adalah pengembang dan bank pembiayaan rumah menerapkan program FLPP. Program FLPP melalui kerja sama sejumlah bank swasta nasional, termasuk juga oleh bank-bank daerah seperti Bank Jateng.

Untuk mendukung FLPP, pihaknya berharap kalangan perbankan memiliki dana jangka panjang. Penyediaan dana jangka panjang, lebih menjamin bank mampu menyediakan rumah murah dengan bunga dibawah dua digit. Dana jangka panjang yang tingkat bunganya bisa diatur rendah, juga dapat dilakukan oleh bank-bank daerah. Bank di daerah lebih memahami soal karakteristik dan sumber-sumber dana likuitas jangka panjang.

Untuk program FLPP, sudah tersedia dana sampai dengan tahun 2014. Dana yang terkumpul mencapai kisaran Rp 21 triliun. Dana ini akan cepat berkembang dengan makin banyaknya kebutuhan masyarakat akan perumahan, sehingga bisa meningkat bjadi Rp 25 triliun dalam jangka relatif pendek.

Secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengemukakan, pengembangan perumahan menggunakan lahan yang tidak produktif. "Jangan lahan produktif direkayasa, kemudian dikeringkan dan untuk pembangunan perumahan," katanya.

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau