Kejahatan perang

Pengadilan: Sakit Mladic Tidak Parah

Kompas.com - 09/06/2011, 07:43 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com — Tidak ada indikasi bahwa mantan panglima militer Serbia Bosnia, Ratko Mladic, menderita penyakit yang tidak bisa diobati (terminal). Meskipun demikian, dia tetap akan menjalani tes kesehatan di penjara, demikian pernyataan juru bicara pengadilan kejahatan perang PBB, Rabu (8/6/2011).

"Apa yang saya bisa katakan tentang klaim bahwa dia menderita penyakit serius dan tidak bisa disembuhkan adalah ada aturan bahwa dokter di unit penjara itu yang memiliki tugas dan kewajiban untuk menginformasikan pengadilan, apakah ada indikasi situasi yang mengancam jiwa," tutur Nerma Jelacic, juru bicara Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY).

Jelacic menambahkan, tidak ditemukan indikasi penyakit mematikan atau serius dari beberapa kali pemeriksaan terhadap mantan panglima angkatan bersenjata Serbia Bosnia tersebut.

Menjadi tersangka atas kekejaman terburuk sejak Perang Dunia II itu, lelaki yang dijuluki "Penjagal Bosnia" tersebut kini mendekam di penjara untuk kejahatan perang bekas Yugoslavia di Den Haag, Belanda, setelah ditangkap di Serbia pada 26 Mei lalu.

Mladic (69) ditangkap di Beograd setelah 16 tahun dalam pelarian. Dia kini menghadapi 11 tuduhan termasuk genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas perannya di Perang Bosnia pada 1992-1995.

Pada sidang pembacaan perkara pekan lalu Mladic menyebut tuduhan terhadapnya itu "memuakkan" dan mengaku sedang "sakit parah". "Jika Anda melihat penampilannya di ruang sidang Jumat lalu, tampaknya dia mengabaikan kesehatan selama dalam pelarian," lanjut Jelacic.

Jelacic menegaskan, pemeriksaan medis rutin dilakukan di ICTY. "Kami masih melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap dia," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau