JAKARTA, KOMPAS.com - Uji coba pembatasan waktu operasional angkutan berat dan pengalihan rute lalu lintas jalan tol dalam kota, Jumat (10/6/2011) berakhir.
Karena itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan akan bertemu membicarakan hal itu pada Jumat bersok pukul 15.00 WIB.
"Besok semua stakeholder akan hadir semua. Sikap dari Pemprov dan Ditlantas Polda Metro, berusaha keras agar kebijakan ini ditetapkan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, ketika dihubungi wartawan, Kamis (9/6/2011).
Seperti yang pernah diungkapkan sebelumnya, lima indikator positif menjadi patokan agar kebijakan ini segera ditetapkan. Adapun indikator positif pertama yaitu peningkatan kecepatan laju kendaraan rata-rata sebesar 49,02 klimoeter per jam.
Indikator kedua, terjadi peningkatan penumpang angkutan umum. Contohnya takasi Blue Bird yang biasanya kembali ke pool pada pukul 24.00, bisa kembali ke pool lebih cepat pada pukul 22.00.
Sementara penumpang busway Koridor IX, meningkat dari 40.000 orang menjadi 44.000 orang per hari. Begitu pula dengan Koridor X, sebelumnya mengangkut penumpang 10.000 orang menjadi 12.000 orang per hari.
Indikator ketiga adalah penurunan polusi di ruas jalan tol Cawang-Tomang sebesar 77,9 persen. Unsur yang diukur untuk menentukan kadar polusi adalah karbon monoksida, TM10, NoX, dan hidrokarbon.
Indikator selanjutnya adalah penggunaan BBM lebih hemat dan subsidi BBM berkurang. Indikator terakhir adalah meningkatnya produktivitas kerja per individu."Kami ingin ditetapkan. Namun masih ada dua kendala yang mesti dihadapi. Solusinya sih ada," tutur Pristono.
Kendala tersebut terjadi di Tanjung Priok dan Tangerang Selatan. Namun untuk Tanjung Priok sudah bisa diselesaikan, dengan membuka rute Cawang-Tanjung Priok.
Sementara untuk Tangerang Selatan, bagi yang ingin ke Merak dapat lewat jalur utara dari Bogor-Tol Cawang-Tanjung Priok-Tol Ancol-Tol Bandara, lalu belok kiri ke JORR W1, kemudian belok kanan Puri Kembangan-Kebon Jeruk-Merak.
"Masalah Jakarta kan terbagi dalam jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, dan jangka mendesak. Kemacetan Jakarta ini merupakan jangka mendesak, sehingga harus segera dicarikan solusinya," jelas Pristono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang