Jakarta fair 2011

SBY: Jakarta Butuh Tata Kelola Kota yang Baik

Kompas.com - 10/06/2011, 03:43 WIB

Jakarta, Kompas - Perkembangan Jakarta yang sangat pesat akan mengubah kondisi Jakarta dan daerah sekitarnya dari megapolitan menjadi megapolitan baru atau yang disebut ”The New Jakarta Greater”. Namun, perubahan itu akan membawa dampak berupa perubahan ekologi, kemampuan daya dukung, kualitas manusia, dan persoalan lainnya.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan tata kelola yang baik dan menuntut kerja keras bersama. ”Tata kelola yang baik akan mendatangkan kemakmuran bagi Jakarta dan daerah di sekitarnya,” demikian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY berpesan agar masyarakat menegah ke atas datang ke PRJ dan berbelanja. ”Dengan berbelanja, akan ada pajak yang dibayarkan. Jika pajak yang terkumpul banyak, kesempatan kita untuk memperbaiki kualitas kesehatan, pendidikan, dan pembangunan bagi rakyat akan semakin besar,” katanya.

Presiden juga memuji kemajuan yang dicapai PRJ. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pengunjung, peserta, dan omzet yang terus meningkat. Pada tahun 2005, jumlah pengunjung tercatat 1,5 juta orang, jumlah peserta 1.521 stan, dan omzet Rp 477 miliar. Tahun 2010, jumlah pengunjung menjadi 3,5 juta orang, peserta 2.850 stan, dan omzet mencapai Rp 3,1 triliun.

Performa Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo melaporkan, Jakarta sebagai ibu kota negara mengalami pertumbuhan ekonomi lebih dari 6,5 persen pada 2010. Pertumbuhan yang lebih tinggi ini didorong tingginya konsumsi masyarakat yang mencapai lebih dari 57 persen, investasi masyarakat mencapai 35 persen, dan belanja pemerintah sekitar 8 persen.

Pencapaian itu karena didukung situasi politik yang stabil dan keamanan yang terkendali. Hal ini mencerminkan iklim investasi yang semakin baik dan proses penerbitan surat izin penanaman modal asing ataupun dalam negeri yang dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari.

Fauzi juga menyampaikan, 575.000 pencari kerja di Jakarta pada tahun 2010 telah disalurkan. Produk domestik bruto Jakarta tahun 2010 mencapai Rp 862 triliun, dengan dominasi sumbangan sektor tersier berupa jasa sebesar 71,2 persen, sektor sekunder 28,2 persen, dan sektor primer kurang dari 1 persen.

PDRB Jakarta per kapita per tahun mencapai lebih dari 9.000 dollar AS. Angka kemiskinan Jakarta mencapai 3,48 persen. Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang positif itu berlanjut hingga triwulan I 2011, yakni sebesar 6,7 persen. Sementara pada periode yang sama investasi Jakarta tumbuh sebesar 13,5 persen.

Sampai 10 Juli

Jakarta Fair yang diselenggarakan hingga 10 Juli diperkirakan menyedot 125.000-150.000 orang pengunjung per hari. Jadwal buka pameran Senin-Jumat mulai pukul 15.30 hingga 22.00. Pada hari Sabtu dan Minggu buka pukul 10.00-23.00. Tiket pada Senin-Jumat Rp 15.000, pada hari Sabtu dan Minggu Rp 20.000.

Panitia menyediakan bus antar-jemput dari arena Lapangan IRTI (Monas) hingga ke arena Jakarta Fair 2011. Bus ini disediakan gratis untuk pengunjung Jakarta Fair. Selama pameran akan ada pertunjukan musik dari 100 band. Ada pula aneka kegiatan lain, seperti malam muda mudi, pemilihan Miss Jakarta Fair, karnaval, dan undian berhadiah.

(ART/WHY/ARN) KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Ribuan pengunjung memadati arena pameran Jakarta Fair 2011 yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/6). Jakarta Fair 2011 digelar sebagai rangkaian peringatan HUT Ke-484 Jakarta dan akan berlangsung sampai 10 Juli 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau