Jakarta, Kompas
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan tata kelola yang baik dan menuntut kerja keras bersama. ”Tata kelola yang baik akan mendatangkan kemakmuran bagi Jakarta dan daerah di sekitarnya,” demikian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).
Dalam kesempatan itu, Presiden SBY berpesan agar masyarakat menegah ke atas datang ke PRJ dan berbelanja. ”Dengan berbelanja, akan ada pajak yang dibayarkan. Jika pajak yang terkumpul banyak, kesempatan kita untuk memperbaiki kualitas kesehatan, pendidikan, dan pembangunan bagi rakyat akan semakin besar,” katanya.
Presiden juga memuji kemajuan yang dicapai PRJ. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pengunjung, peserta, dan omzet yang terus meningkat. Pada tahun 2005, jumlah pengunjung tercatat 1,5 juta orang, jumlah peserta 1.521 stan, dan omzet Rp 477 miliar. Tahun 2010, jumlah pengunjung menjadi 3,5 juta orang, peserta 2.850 stan, dan omzet mencapai Rp 3,1 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo melaporkan, Jakarta sebagai ibu kota negara mengalami pertumbuhan ekonomi lebih dari 6,5 persen pada 2010. Pertumbuhan yang lebih tinggi ini didorong tingginya konsumsi masyarakat yang mencapai lebih dari 57 persen, investasi masyarakat mencapai 35 persen, dan belanja pemerintah sekitar 8 persen.
Pencapaian itu karena didukung situasi politik yang stabil dan keamanan yang terkendali. Hal ini mencerminkan iklim investasi yang semakin baik dan proses penerbitan surat izin penanaman modal asing ataupun dalam negeri yang dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari.
Fauzi juga menyampaikan, 575.000 pencari kerja di Jakarta pada tahun 2010 telah disalurkan. Produk domestik bruto Jakarta tahun 2010 mencapai Rp 862 triliun, dengan dominasi sumbangan sektor tersier berupa jasa sebesar 71,2 persen, sektor sekunder 28,2 persen, dan sektor primer kurang dari 1 persen.
PDRB Jakarta per kapita per tahun mencapai lebih dari 9.000 dollar AS. Angka kemiskinan Jakarta mencapai 3,48 persen. Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang positif itu berlanjut hingga triwulan I 2011, yakni sebesar 6,7 persen. Sementara pada periode yang sama investasi Jakarta tumbuh sebesar 13,5 persen.
Jakarta Fair yang diselenggarakan hingga 10 Juli diperkirakan menyedot 125.000-150.000 orang pengunjung per hari. Jadwal buka pameran Senin-Jumat mulai pukul 15.30 hingga 22.00. Pada hari Sabtu dan Minggu buka pukul 10.00-23.00. Tiket pada Senin-Jumat Rp 15.000, pada hari Sabtu dan Minggu Rp 20.000.
Panitia menyediakan bus antar-jemput dari arena Lapangan IRTI (Monas) hingga ke arena Jakarta Fair 2011. Bus ini disediakan gratis untuk pengunjung Jakarta Fair. Selama pameran akan ada pertunjukan musik dari 100 band. Ada pula aneka kegiatan lain, seperti malam muda mudi, pemilihan Miss Jakarta Fair, karnaval, dan undian berhadiah.