Trik Lolos Interview buat Si Kutu Loncat

Kompas.com - 10/06/2011, 09:27 WIB

KOMPAS.com - Kebiasaan berpindah-pindah kerja dalam kurun waktu yang singkat dapat memberi kesan negatif terhadap calon perusahaan yang ingin Anda masuki. Sebab, perusahaan mana pun selalu menginginkan karyawan dengan loyalitas yang tinggi dan dapat berkomitmen dalam jangka waktu yang panjang.

Bagi para kutu loncat, pertanyaan seputar riwayat kerja yang banyak berpindah-pindah ini akan dilontarkan pada saat interview. Jawaban yang tepat akan membuat calon perusahaan jatuh cinta dan mau "meminang" Anda. Sementara, jika jawaban yang diberikan kurang kuat, mereka akan merasa tidak nyaman dan memutuskan menerima kandidat lainnya. Nah, apa saja jawaban terbaik yang dapat Anda berikan pada pewawancara? Kuasai trik berikut ini:

1. Awali dengan alasan yang meyakinkan
Beberapa alasan berikut ini akan diterima dengan baik oleh pewawancara, dan membuat mereka merasa bahwa Anda memang tidak punya pilihan lain, selain berpindah kerja dalam waktu singkat.

* Mengurus anak atau anggota keluarga yang sedang sakit
* Mengikuti pasangan yang ditugaskan keluar negeri
* Pekerjaan yang ditawarkan bukanlah pekerjaan tetap
* Ingin mencoba beberapa bidang hingga mengetahui bidang mana yang cocok
* Ingin mendapatkan tingkat kepuasan yang lebih
* Ingin mendapatkan tanggung-jawab yang lebih

2. Hindari menjadikan uang sebagai alasan
Jika Anda menyiratkan bahwa uang adalah hal yang memicu pindah-pindah kerja, ini akan mendatangkan tanda tanya dari pewawancara. Mereka akan berpikir, Anda akan segera pindah ke tempat lain apabila ada tawaran gaji yang lebih tinggi sedikit. Asumsi lainnya, Anda juga bukan tipe orang yang loyal terhadap perusahaan.

3. Hubungkan keputusan berpindah kerja dengan target karier
Jelaskan bahwa Anda memilih untuk pindah kerja demi mendapatkan posisi yang lebih tinggi, dengan tanggung jawab yang lebih besar. Tambahkan juga bahwa dengan keputusan ini, Anda telah berhasil mendapatkan pengalaman lebih banyak dan juga kemampuan yang lebih baik. Dengan begitu, pewawancara akan menyimpulkan bahwa berpindah-pindah kerja adalah cara Anda mendapat kemajuan dalam berkarier, bukan karena bosan atau tidak mampu berkomitmen.

4. Jelaskan visi Anda di perusahaan
Setelah memaparkan alasan Anda sering pindah kerja, tambahkan juga dengan menjelaskan apa yang Anda ingin lakukan di perusahaan itu. Kemukakan dengan logis mengapa kali ini Anda akan menetap lebih lama di perusahaan. Misalnya, karena pasangan sudah kembali ditugaskan di tanah air, sehingga Anda bisa kembali bekerja. Atau, karena Anda melihat adanya potensi berkembang yang sangat besar dan dalam jangka panjang di perusahaan tersebut.

(Dari berbagai sumber)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau