Kongres PSSI Diundur 9 Juli

Kompas.com - 10/06/2011, 13:47 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Komite Normalisasi menyatakan, pelaksanaan kongres PSSI yang semula dijadwalkan 30 Juni 2011 di Kota Solo akhirnya diundur menjadi 9 Juli 2011.

"Atas surat petunjuk dari FIFA yang diterima Komite Normalisasi pada Rabu (8/6/2011) malam, diputuskan Kongres PSSI diundur 9 Juli 2011," kata Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar seusai melakukan pengecekan ke lokasi kongres di Solo, Jumat (10/6/2011).

Menurut Agum, diundurnya kongres luar biasa PSSI tersebut atas pertimbangan setelah adanya masukan dari Asian Football Confederation (AFC) di Kuala Lumpur, Malaysia, dan hasilnya telah dilaporkan ke FIFA. Hal tersebut, menurut dia, seperti yang biasa dilakukan oleh AFC bahwa undangan untuk peserta kongres diterima empat minggu sebelum pelaksanaan kegiatan kongres.

Oleh karena itu, kata Agum, panitia segera mengirimkan undangan kepada peserta, pada Jumat (10/6/2011) ini, untuk pelaksanaan kongres di Hotel Sunan Solo, tanggal 9 Juli 2011.

Ia menjelaskan, pihaknya mengutus anggota KN, Joko Driyono, ke markas AFC di Kuala Lumpur, terkait dengan masalah kongres PSSI. Setelah mendapat masukan tersebut, pihaknya langsung dikonsultasikan dengan pihak FIFA dan mereka mendukung melalui suratnya yang diterima Rabu (8/6/2011) malam.

"Sehingga, jika undangan peserta dikirim Jumat  ini, pelaksanaan kongres akan dilakukan tanggal 9 Juli di Hotel Sunan Solo," katanya.

Ia menjelaskan, mengapa kongres PSSI diadakan di Solo karena kota ini memiliki nilai historis atau sejarah tentang sepak bola Indonesia. Pihaknya berharap kongres PSSI yang mengagendakan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif PSSI itu berjalan lancar dan tidak ada yang memaksakan kehendak demi kemajuan sepak bola Indonesia.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Wali Kota Surakarta Joko Widodo, Wakil Wali Kota Hadi Rudyatmo, dan masyarakat Solo atas kesuksesan kongres yang akan digelar di Hotel Sunan, pada 9 Juli 2011," katanya.

Sementara itu, Ketua KN Agum Gumelar yang menghadiri dan melihat lokasi kongres di Solo juga didampingi Wali Kota Surakarta Joko Widodo serta anggota KN, yakni Sinyo Aliando, Sumaryoto, Joko Driyono, dan Hadi Rudyatmo. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau