GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com - Para peternak dan pedagang sapi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (10/6/2011), menyambut gembira pemerintah Australia menghentikan pengiriman sapi ke Indonesia.
Kondisi itu akan berdampak pada naiknya harga sapi lokal yang sempat terpuruk selama dua tahun ini.
"Jika rencana pemerintah Australia itu benar terlaksana, perdagangan sapi lokal bisa dipastikan akan bergairah kembali," kata Kamari (37), pedagang sapi asal Kecamatan Semanu, Jumat.
Kamari menambahkan, pembatasan impor sapi tersebut sekaligus akan menstabilkan harga sapi lokal. Kualitas daging sapi lokal pun tidak kalah. Sapi lokal Gunungkidul, misalnya, memiliki kualitas daging yang dapat diandalkan.
"Kemarin-kemarin saya terpaksa menjual sapi ke Lampung, karena harga sapi lokal di sana lebih menjanjikan. Namun jika ekspor dari sapi Australia dihentikan, saya akan kembali menjual sapi di sini)," ucap Kamari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang